- Satreskrim Polres OKU menangkap RC kurang dari 24 jam atas pembunuhan guru PPPK Saidatul Fitriyah di OKU.
- Pelaku RC ditangkap di Ogan Ilir setelah bersembunyi; ia diduga hendak mencuri harta benda korban.
- RC dijerat pasal pembunuhan berencana dan perampokan dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.
Suara.com - Teka-teki pembunuhan sadis yang menimpa Saidatul Fitriyah (27), seorang guru PPPK SMP Negeri 46 Ogan Komering Ulu (OKU), akhirnya terungkap. Kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres OKU berhasil membekuk RC, pelaku yang tega menghabisi nyawa sang guru di kamar kosnya di Desa Sukapindah pada Kamis (20/11).
Penangkapan cepat ini menjadi jawaban atas duka yang menyelimuti dunia pendidikan di Sumatera Selatan. Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, mengonfirmasi keberhasilan timnya dalam meringkus pelaku.
"Kurang dari 1x24 jam akhirnya pelaku pembunuhan terhadap Saidatul Fitriyah (27), seorang guru SMP Negeri 46 OKU berhasil ditangkap," kata Kapolres OKU AKPB Endro Aribowo di Baturaja, Jumat (21/11/2025).
Pelarian RC tak berlangsung lama. Pria yang merupakan warga Desa Sukapindah, Kecamatan Kedaton Peninjau Raya itu, diringkus di tempat persembunyiannya di Desa Munggu, Kabupaten Ogan Ilir pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ia mencoba kabur ke rumah orang tuanya untuk menghindari kejaran polisi.
"Setelah membunuh korban, pelaku bersembunyi di rumah orang tuanya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Fakta mengejutkan terungkap dari hasil pemeriksaan awal. RC ternyata bukanlah orang yang sama sekali asing dengan lingkungan tempat tinggal korban.
Ia mengaku pernah bekerja sebagai penjaga kontrakan tersebut, memberinya akses pengetahuan detail mengenai seluk-beluk lokasi.
"Pengetahuan detail mengenai lokasi itulah yang memudahkan pelaku masuk ke kamar kos guru muda tersebut yang diduga ingin mencuri harta benda milik korban," kata Kapolres.
Niat awal pelaku diduga hanya untuk mencuri. Namun, aksinya kepergok oleh Saidatul Fitriyah.
Baca Juga: Kematian Kacab Bank: Polisi Tambah Pasal Pembunuhan, Tiga Anggota Kopassus Jadi Tersangka
Dalam kondisi panik, RC mengambil jalan pintas yang brutal. Ia menyekap mulut dan menjerat leher korban dengan seutas tali hingga sang guru muda itu meregang nyawa.
Kekejaman pelaku diperkuat oleh hasil pemeriksaan jenazah di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. Korban ditemukan mengalami serangkaian luka memar di paha kanan, kening kanan, serta pergelangan tangan dan kaki yang diduga kuat akibat jeratan.
Selain itu, ditemukan pula luka di bawah telinga kanan dan pembengkakan pada mulut.
Kini, RC harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi telah mengamankan barang bukti kunci yang menguatkan motif perampokan dalam kasus ini.
"Saat ini tersangka dan barang bukti satu unit telepon genggam milik korban sudah kami amankan guna diproses lebih lanjut," tegasnya.
Atas perbuatannya, RC dihadapkan pada pasal berlapis yang sangat berat. Ia akan dijerat Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara, Pasal 338 KUHPidana, Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman tujuh tahun penjara, atau Pasal 365 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
5 Pilihan Merek Bedak Padat yang Tahan Lama untuk Guru Usia 40 Tahun ke Atas
-
5 Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Guru Nasional 2025, Sarat Makna dan Menggugah Jiwa
-
7 Rekomendasi Parfum Wangi Ringan yang Fresh di Indomaret untuk Guru
-
7 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen Murah Cocok untuk Guru
-
10 Ide Buket Hari Guru yang Murah tapi Tetap Cantik dan Berkesan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?