- Jaksa Agung ST Burhanuddin merotasi jabatan melalui Keputusan Nomor 1064 Tahun 2025 pada 25 November 2025.
- Nurcahyo Jungkung Madyo diganti dari Dirdik Jampidsus dan menjabat sebagai Kajati Kalimantan Tengah.
- Syarief Sulaeman Nahdi, eks Asisten Khusus Jaksa Agung, kini mengisi posisi Direktur Penyidikan Jampidsus.
Suara.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Kejaksaan Agung.
Melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 1064 Tahun 2025 tanggal 25 November 2025, posisi Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus resmi berganti.
Nurcahyo Jungkung Madyo yang menjabat sebagai Dirdik Jampidsus dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.
Posisi yang ditinggalkan Nurcahyo akan diisi oleh Syarief Sulaeman Nahdi, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna menjelaskan proses serah terima jabatan akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Besok resmi dilantik," kata Anang di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Dalam rotasi ini, Nurcahyo menggantikan posisi Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol di Kalimantan Tengah, yang selanjutnya dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Kiprah Nurcahyo: Singkat dan Agresif
Meski baru menjabat sejak Juli 2025 menggantikan Abdul Qohar, kinerja Nurcahyo di Gedung Bundar Jampidsus terbilang agresif.
Baca Juga: Google Cloud Diselidiki, Stafsus Nadiem Makarim Ikut Disorot KPK
Selama masa kepemimpinannya yang singkat, penyidik Jampidsus telah menetapkan sejumlah tersangka profil tinggi.
Kasus yang paling menonjol adalah dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek (2019–2022) yang menjerat mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.
Selain itu, Nurcahyo juga memimpin penyidikan kasus dugaan korupsi kredit sindikasi yang melibatkan PT Sritex Tbk.
Dalam kasus ini, mantan Wadirut PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto beserta delapan oknum bankir dari Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng telah ditetapkan sebagai tersangka. (Antara)
Berita Terkait
-
Nadiem Coret Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum, Tunjuk Eks Mantan Pengacara Tom Lembong di Persidangan
-
Nadiem Calon Tersangka Korupsi Google Cloud di KPK, Kuasa Hukum Membantah
-
KPK Selidiki Korupsi Google Cloud, Kuasa Hukum Bantah Nadiem Makarim Terlibat
-
Google Cloud Diselidiki, Stafsus Nadiem Makarim Ikut Disorot KPK
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026