- KPK menyebut Nadiem Makarim sebagai calon tersangka kasus korupsi pengadaan Google Cloud.
- Kuasa hukum membantah, sebut itu ranah operasional, bukan kebijakan menteri.
- Kasus ini akan dilimpahkan dari KPK ke Kejaksaan Agung untuk ditangani.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan bahwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Google Cloud.
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa selain Nadiem, staf khususnya, Jurist Tan, juga menjadi calon tersangka dalam perkara ini.
“Ya, yang sama itu NM (Nadiem Makarim), kemudian stafsusnya JT (Jurist Tan),” kata Asep di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Asep menjelaskan, kasus ini berbeda dari dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung), meskipun sebagian besar nama yang terlibat sama. KPK juga berencana melimpahkan penanganan kasus Google Cloud ini ke Kejagung.
Kuasa Hukum: Itu Ranah Operasional, Bukan Menteri
Menanggapi hal tersebut, penasihat hukum Nadiem Makarim, Dodi Abdul Kadir, membantah keterlibatan kliennya. Ia menegaskan bahwa penggunaan Google Cloud merupakan ranah pelaksana operasional di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), bukan kebijakan di tingkat menteri.
“Klien kami sangat berharap mendapat perlakuan hukum yang adil sehingga tidak dilibatkan pada suatu perbuatan hukum yang tidak dilakukannya,” kata Dodi dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).
Dodi menambahkan, pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut dari KPK mengenai kelanjutan penyelidikan ini.
"Tentunya beliau dapat memahami jika KPK tidak melanjutkan perihal ini, karena memang tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh beliau," tuturnya.
Baca Juga: KPK Akhirnya Ambil Alih Kasus Korupsi Petral dari Kejagung, Apa Alasannya?
Sebelumnya, Nadiem Makarim dan Jurist Tan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif