- Polda Metro Jaya segera mengumumkan hasil tes DNA kerangka manusia yang ditemukan di Tenjo, Bogor.
- Kerangka ditemukan setelah terungkap bahwa Alex menculik Alvaro dari Bintaro pada Maret 2025.
- Motif pelaku adalah balas dendam pribadi terhadap istri, meskipun pelaku kemudian ditemukan tewas.
Suara.com - Polda Metro Jaya memastikan hasil tes DNA terhadap kerangka manusia yang ditemukan di Tenjo, Bogor dan diduga kuat merupakan jasad Alvaro Kiano Nugroho (6) akan segera diumumkan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan proses identifikasi ilmiah sedang berjalan dan hasilnya akan disampaikan begitu lengkap.
“Untuk hasil ante mortem dan tes DNA, karena sampel pembanding baru diambil kemarin, kami masih menunggu proses dan informasi dari Puslabfor dan RS Polri, yang sesegera mungkin akan kami sampaikan hasilnya,” kata Budi saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (26/11/2025).
Kerangka tersebut ditemukan pada 20 November 2025, tak lama setelah polisi mengungkap pengakuan Alex yang menculik Alvaro dari sebuah masjid di Bintaro pada 6 Maret 2025, kemudian membekapnya hingga tewas.
Jenazah bocah itu disebut disimpan tiga hari di rumah Alex di Tangerang sebelum dibuang ke Tenjo dalam kantong plastik hitam pada 9 Maret 2025.
Dalam pemeriksaan, Alex mengakui melakukan aksi keji itu karena dendam pribadi terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri.
Percakapan digitalnya menunjukkan pesan berulang berisi: “gimana caranya gue balas dendam.” Polisi menyimpulkan Alvaro menjadi sasaran karena statusnya sebagai anak tiri.
Pengungkapan kasus ini terus bergulir meski Alex kemudian ditemukan tewas gantung diri di ruang Konseling Polres Metro Jakarta Selatan.
Ia sempat meminta ganti celana panjang dengan alasan buang air besar di celana sebelum menggunakan celana itu untuk mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: DPR Desak Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Penculikan Anak Usai Tragedi Alvaro di Pesanggrahan
Propam Polres Metro Jakarta Selatan sejauh ini telah memeriksa dua anggota polisi piket terkait pengawasan terhadap Alex saat kejadian.
Kekinian pihak keluarga juga masih menunggu hasil tes DNA. Mereka berharap hasil tes DNA itu dapat segera keluar untuk memastikan apakah kerangka manusia itu benar Alvaro agar dapat segera dimakamkan.
Berita Terkait
-
Geger Ayah Tiri Alvaro Bunuh Diri, 2 Polisi Jaga Kini Diperiksa Propam
-
Nasib Tragis Ayah Tiri Bocah Alvaro, Alex Iskandar Dimakamkan di TPU Kedaung Tangerang
-
Tragedi Alvaro Kiano: Ayah Tiri Tewas di Tahanan, Menteri PPPA Serukan 'Kewaspadaan Kolektif'
-
DPR Desak Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Penculikan Anak Usai Tragedi Alvaro di Pesanggrahan
-
Alvaro Tewas Dibunuh Ayah Tiri, Puan: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sudah Darurat, Harus...
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua