- Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyoroti ketimpangan upah guru swasta yang masih jauh di bawah standar layak.
- Khoirudin membandingkan guru swasta yang tidak memiliki standar gaji dengan petugas PJLP yang sudah berpedoman UMP DKI.
- DPRD berupaya bersinergi dengan eksekutif untuk memberikan subsidi gaji layak bagi guru swasta di Jakarta.
Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyoroti ketimpangan kesejahteraan yang dialami oleh tenaga pengajar di ibu kota.
Politisi berusia 58 tahun ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib guru swasta yang pendapatan bulanannya masih sangat memprihatinkan.
Ia menegaskan fakta pahit bahwa standar pengupahan bagi pahlawan tanpa tanda jasa di sektor swasta tersebut belum tersentuh kebijakan yang adil.
"Pemerintah baru memberikan gaji yang layak untuk guru di sekolah negeri. Namun guru swasta masih jauh dari kata layak. Bahkan jauh di bawah upah minimum provinsi," ujar Khoirudin kepada wartawan di Komplek DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025).
Legislator dari Fraksi PKS ini lantas membandingkan nasib guru swasta dengan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), yang bahkan sudah memiliki patokan upah jelas.
Menurutnya, ketiadaan standar gaji bagi guru swasta menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan oleh jajaran legislatif.
"Teman-teman PJLP dibayar dengan UMP DKI, tapi guru swasta tidak ada standar. Ini PR kita bersama ya jajaran DPRD, bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru. Kita nggak boleh lupa mereka lah yang telah memberikan saham terbesar dalam kehidupan kita sehingga kita sukses," tegas Khoirudin.
Khoirudin memastikan adanya sinergi positif antara DPRD dan eksekutif untuk mengintervensi masalah kesejahteraan ini.
Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh tebang pilih, melainkan harus mencakup seluruh jenjang pendidikan, termasuk bagi mereka dari golongan swasta.
Baca Juga: Berapa Gaji Guru Sekolah Rakyat? Simak Rinciannya
"Kita bersama-sama, ada keinginan dari pak gubernur, ada temen DPRD, mensupport agar gaji guru dapat perhatian yang layak dari pemerintah. Bukan hanya guru SD SMP SMA, tapi guru madrasah juga dan guru PAUD TK TPA," jelas Khoirudin.
Wakil rakyat ini menilai pemerintah semestinya malu jika tidak bisa memberikan subsidi gaji, mengingat beban fisik bangunan sekolah sudah ditanggung swadaya oleh masyarakat.
Bagi Khoirudin, kehadiran negara melalui subsidi gaji adalah bentuk penghormatan minimal bagi para pendidik di garda terdepan.
"Mereka adalah pejuang di lini terdepan dalam mendidik anak bangsa. Seharusnya, minimal pemerintah memberikan perhatian terhadap gajinya. Toh gedungnya sudah masyarakat yang bangun. Tanahnya dari masyarakat, hari ini sudah dibantu masyarakat. Paling tidak, gaji gurunya pemerintah turun tangan dengan memberikan subsidi yang layak di Jakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto