- Ratusan warga Sunter Jaya pada Rabu (26/11/2025) berunjuk rasa di BPN Jakarta Utara menuntut pembukaan blokir tanah.
- Pemblokiran berdampak pada sekitar 5.000 bidang tanah, menghalangi warga melakukan transaksi jual beli sertipikat.
- Kepala BPN Jakarta Utara menjanjikan koordinasi internal dan menargetkan pembukaan blokir tersebut dalam waktu satu minggu.
Suara.com - Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Sunter Jaya menggelar aksi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara, Rabu pagi (26/11/2025).
Mereka menuntut pembukaan blokir ribuan bidang tanah di wilayah Sunter Jaya yang disebut sudah menghambat aktivitas hukum warga selama bertahun-tahun.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan warga membawa berbagai spanduk dan poster tuntutan.
Total sekitar 5.000 bidang tanah disebut terdampak pemblokiran tersebut, membuat warga tidak dapat melakukan transaksi, jual beli, maupun pengurusan administrasi pertanahan.
Perwakilan warga, Ida Mahmuda, menyampaikan keluhan masyarakat yang merasa dirugikan.
“Kami ada tujuh RW, sertipikat kami asli. Tapi kami tidak bisa melakukan kegiatan jual-beli dan tidak bisa apa-apa atas kejadian ini,” ujar Ida di depan kantor BPN.
Menurut warga, blokir terhadap tanah mereka diduga sudah kedaluwarsa dan tidak dilakukan sesuai ketentuan dalam Permen ATR/BPN No. 13 Tahun 2017, khususnya Pasal 13 ayat 1 dan 2 yang mengatur tata cara blokir dan sita.
Desakan warga membuat Kepala Kantor BPN Jakarta Utara, Sontang Manurung, turun langsung menemui massa dan memberikan penjelasan dari atas mobil komando.
“Hidup warga Sunter Jaya! Terima kasih sudah datang menyampaikan aspirasi. Kasih kami waktu sepekan untuk membuka pemblokiran, kami akan berkoordinasi dengan pusat,” kata Sontang disambut sorak warga.
Baca Juga: Tinggi Muka Air Laut di Pasar Ikan Jakut Siaga 1, Empat Pompa Dikerahkan Antisipasi Banjir Rob
Sontang memastikan BPN Jakarta Utara akan segera berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kanwil BPN DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting karena persoalan ini turut menyangkut aset negara.
“Kami paham apa yang dirasakan masyarakat yang memiliki sertipikat tanah ini. Persoalan ini terkait aset negara, karena itu kami harus berkoordinasi dengan kementerian agar bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Di hadapan massa, Sontang membacakan surat kesepakatan yang berisi dua poin utama yakni,
Kantor Pertanahan Jakarta Utara akan berkoordinasi dengan Kanwil BPN DKI Jakarta dan Kementerian ATR/BPN terkait permintaan pembukaan blokir tanah warga.
Kantor Pertanahan Jakarta Utara akan mengupayakan pembukaan blokir dalam waktu satu minggu.
Berita Terkait
-
Tinggi Muka Air Laut di Pasar Ikan Jakut Siaga 1, Empat Pompa Dikerahkan Antisipasi Banjir Rob
-
Banjir Rob Rendam Jalan Depan JIS, Petugas Gabungan Lakukan Penanganan Ini
-
Dramatis! Pelajar SMP Terseret Arus Deras Kali di Koja, Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Selamatkan Nyawa
-
Warga Muara Angke Habiskan Rp1 Juta Sebulan untuk Air, PAM Jaya Janji Alirkan Air Pipa Tahun Depan
-
Bantah Bullying! Gubernur DKI Ungkap Motif Ledakan di SMAN 72: Ternyata Ini Pemicunya
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!