- Said Didu mengungkapkan adanya bandara eksklusif serupa Morowali, salah satunya di Maluku Utara, dimiliki pensiunan pejabat berbintang.
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya menyebut bandara tanpa otoritas negara di Morowali mengancam kedaulatan ekonomi nasional.
- Rocky Gerung mempertanyakan kepala negara yang mengizinkan praktik "negara dalam negara" ini terjadi di wilayah kedaulatan Indonesia.
Suara.com - Rocky Gerung menyoroti isu 'negara dalam negara' ini dan mempertanyakan siapa kepala negara yang mengizinkannya
Polemik temuan bandara yang beroperasi tanpa perangkat negara di Morowali, Sulawesi Tengah, semakin memanas. Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu, melemparkan pernyataan mengejutkan bahwa fasilitas serupa tidak hanya ada di satu lokasi, bahkan ada yang skalanya lebih besar dan dimiliki oleh entitas yang sama.
Melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya, Said Didu secara blak-blakan menyebut bahwa bandara di kawasan tambang Morowali bukanlah satu-satunya.
Ia menunjuk lokasi lain di Maluku Utara yang menurutnya juga beroperasi secara tertutup dan eksklusif.
“Ada Bandara yg lebih besar lagi yg seperti ini, yaitu Bandara di tambang Wade Bay, Maluku Utara - juga tertutup,” tulisnya dikutip Rabu (26/11/2025).
Pernyataannya menjadi lebih tajam ketika ia mengaitkan kepemilikan kedua fasilitas vital tersebut.
Said Didu mengisyaratkan adanya keterlibatan pensiunan pejabat tinggi di balik operasional tambang dan bandara di dua lokasi strategis itu.
“Pemilik tambang di Morowali sama dengan pemilik Wade Bay - bbrp (beberapa) pensiunan berbintang,” katanya.
Ungkapan Said Didu ini seolah menjadi babak baru dari isu yang pertama kali diungkap ke publik oleh Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin.
Baca Juga: Legislator PDIP Desak Usut dan Tindak Pejabat yang Biarkan Bandara 'Siluman' di Morowali Beroperasi
Sebelumnya, Menhan Sjafrie menyebut keberadaan bandara tanpa otoritas negara di Morowali sebagai sebuah anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi nasional.
Komentar pedas pun datang dari pengamat politik, Rocky Gerung, yang menyoroti serius pernyataan Menhan. Menurut Rocky, isu ini bukan lagi sekadar pelanggaran administratif, melainkan sudah menyentuh persoalan fundamental kedaulatan negara. Ia bahkan menyebut fenomena ini sebagai praktik "negara dalam negara".
Melalui kanal YouTube pribadinya, Rocky Gerung memuji kualitas argumen Menhan dan mendorong agar temuan ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan serius.
Ia lantas melontarkan pertanyaan tajam yang ditujukan langsung ke pucuk pimpinan negara.
“Itu betul-betul suatu kualitas argumen, statemen yang akan berakibat pada pemeriksaan lebih lanjut dengan satu pertanyaan siapa kepala negaranya,” kata Rocky Gerung.
Rocky mempertanyakan siapa pemegang kekuasaan tertinggi yang membiarkan adanya sebuah entitas yang beroperasi layaknya negara sendiri di dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia.
Pertanyaan ini secara implisit menuntut pertanggungjawaban dari kepala negara atas dugaan kelalaian pengawasan terhadap aset dan wilayah strategis bangsa.
“Siapa kepala negara yang mengijinkan ada negara dalam negara. Siapa kepala negara yang ada dari negara dalam negara itu,” ujar Rocky.
Berita Terkait
-
Tiga Bandara di Sumatera Tetap Layani Penerbangan Meski Diterjang Banjir Hingga Gempa
-
Jokowi Dituding Resmikan Bandara 'Siluman' IMIP, PSI Meradang: Itu Fitnah, Jangan Manipulasi Fakta!
-
Ogah Tanggapi Bandara IMIP, Bahlil: Ada Kementerian Teknis!
-
Kemenhub Pastikan Bandara PT IMIP di Morowali Beroperasi Legal
-
Heboh Isu Jokowi Resmikan Bandara IMIP, PSI: Ada yang Memanipulasi Fakta
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
'Dia Pernah Jadi Klienku 25 Tahun', Hotman Paris Colek Prabowo Soal Nasib ABK Fandi Ramadhan
-
Jelang Vonis Anak Riza Chalid, Pengadilan Tipikor Jakarta Dipadati Massa Berkaos Tuhan Maha Baik
-
Hotman Paris di DPR: Tak Masuk Akal ABK Baru Kerja 3 Hari Dituntut Mati karena Narkoba 2 Ton!
-
Menteri Keuangan Khawatir Kena Gratifikasi Gegara Saweran TikTok? Ini Respons KPK!
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele