- Pemerintah naikkan standar pemeriksaan kehamilan menjadi delapan kali sejak 2026, mengikuti rekomendasi WHO terbaru.
- Kebijakan ini bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Indonesia.
- Pemerintah telah membagikan alat USG ke 10 ribu puskesmas untuk mendukung deteksi dini risiko kehamilan.
Suara.com - Pemerintah akan menaikkan jumlah pertemuan pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC) menjadi delapan kali mulai 2026. Kebijakan baru itu diumumkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai langkah percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan kematian bayi di Indonesia yang masih tertinggi di kawasan ASEAN.
Budi mengatakan standar baru itu disusun mengikuti rekomendasi terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Yang saya masih ingat adalah jumlah total kematian ibu plus anak di bawah 5 tahun. Itu setahun ada sekitar 30 ribuan," ujar Budi saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menurut Budi, salah satu penyebab tingginya kematian bayi baru lahir ialah infeksi, yang sering terjadi akibat fasilitas kesehatan daerah yang belum optimal. Karena itu, Kemenkes menilai peningkatan kualitas pelayanan persalinan dan pemeriksaan rutin sejak awal kehamilan harus dilakukan bersamaan.
Budi menyebutkan bahwa pemeriksaan USG kini dapat dilakukan secara lebih merata karena pemerintah telah membagikan alat USG ke sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia.
ANC, katanya, memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi kondisi yang berisiko sejak dini, baik pada ibu maupun janin. Dengan begitu, rujukan ke fasilitas yang lebih tepat bisa dilakukan lebih cepat.
"Jadi tidak ada lagi proses perujukan berjenjang seperti ini. Kita langsung, 'wah ini memang complicated lah. Kita taruh rumah sakit tipe C juga gak akan bisa'. Karena memang terlalu sulit kasus melahirkannya langsung kita kirim ke rumah sakit tipe B," jelasnya.
Menkes menjelaskan, banyak komplikasi kehamilan terjadi karena kondisi ibu seperti tekanan darah tinggi atau risiko kelahiran prematur. ANC yang lebih intensif, katanya, berfungsi mendeteksi dan mencegah kondisi tersebut.
Budi menjelaskan bahwa pada 2020, ibu hamil hanya diperiksa empat kali selama sembilan bulan kehamilan, dan saat itu belum tersedia USG di puskesmas.
Baca Juga: Bikin Haru! Maia Estianty Antusias Sambut Kehamilan Alyssa Daguise
Pada 2022, standar meningkat menjadi enam kali pemeriksaan dengan minimal satu kali USG.
"Rencana kita tahun depan kita akan naikkan agar sesuai dengan standar WHO yang baru. Kita naikkan dari 6 menjadi 8 kali. Dan harus 2 kali USG," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT
-
MAKI Laporkan Rekening Gendut Istri Pejabat Kemenag Senilai Rp32 Miliar ke KPK
-
Setelah Resmikan Proyek Besar di Balikpapan, Apa Agenda Rahasia Prabowo di IKN?
-
Sadar Direksi BUMN Ndablek, Prabowo: Sudah Rugi Malah Minta Tantiem
-
Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal