- Anggota DPR RI, Anisah Syakur, mengecam keras kejahatan seksual sopir taksi online terhadap penumpang di Tol Kunciran–Cengkareng.
- Anisah mendesak kepolisian menindak tegas pelaku dan perusahaan memutus kemitraan serta memblokir pengemudi tersebut permanen.
- Kasus ini menunjukkan perlindungan ekosistem transportasi online belum maksimal dan dapat mengikis kepercayaan publik pengguna.
Suara.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Anisah Syakur, mengecam tindakan kejahatan seksual yang dilakukan seorang sopir taksi online terhadap penumpangnya.
Ia menegaskan bahwa layanan transportasi online seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh pengguna, termasuk perempuan.
“Kami mengecam tindakan kejahatan seksual yang dilakukan sopir taksi online kepada penumpangnya. Ini adalah kejahatan berat yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Anisah kepada wartawan, dikutip Sabtu (29/11/2025).
"Saya minta kepolisian menindak tegas dan perusahaan memutus kemitraan serta memblokir pelaku secara permanen," katanya menambahkan.
Menurutnya, kasus pemerkosaan penumpang oleh driver taxi online menunjukkan bahwa ekosistem transportasi online belum mampu menjamin perlindungan dan rasa aman bagi penumpang perempuan.
Ia meminta pelaku dihukum maksimal dan dilarang permanen bekerja sebagai pengemudi transportasi online.
“Kami juga mendesak ada pendampingan psikologis kepada korban. Dia tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri untuk pulih dari trauma,” ujarnya.
Ia mengatakan, kasus pemerkosaan penumpang transportasi online ini bisa mengikis kepercayaan publik.
Menurutnya masyarakat terutama perempuan bisa jadi akan berpikir dua kali dalam menggunakan layanan transpotasi online.
“Ketidaknyamanan dan rasa takut ini nyata dialami perempuan. Negara tidak boleh membiarkan perempuan hidup dalam rasa tidak aman, termasuk saat menggunakan transportasi online,” katanya.
Anisah pun mendorong perusahaan taksi online memperketat proses seleksi mitra dan memastikan pengemudi mematuhi standar etika dan keamanan.
“Kita harus memutus mata rantai kejahatan seksual. Tidak boleh ada kompromi. Perempuan berhak atas rasa aman di mana pun,” tegasnya.
Untuk diketahui, seorang penumpang perempuan menjadi korban pemerkosaan oleh sopir taksi online dalam perjalanan dari Depok menuju Bandara Soekarno–Hatta.
Pelaku berhenti di bahu jalan Tol Kunciran–Cengkareng dengan alasan mencuci muka, kemudian berpindah ke kursi penumpang dan melakukan tindakan kekerasan seksual.
Berita Terkait
-
Kekerasan Terus Meningkat, Ini Cara Pemerintah Lindungi Anak dan Perempuan
-
Teler Abis Nyabu, Sopir Taksi Online Todongkan Pistol hingga Perkosa Penumpang di Tol Kunciran
-
Kasus Kekerasan di Jakarta Melonjak, Anak-anak Jadi Korban Paling Dominan
-
Mengapa Remaja Perempuan Jadi Target Favorit Kekerasan Digital? Yuk Simak!
-
KSPI Desak RUU PPRT Disahkan: Pekerja yang Menopang Ekonomi Justru Paling Diabaikan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi