- Mantan Dirut PT ASDP, Ira Puspadewi, bebas setelah menerima rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto.
- Ira Puspadewi menggelar syukuran haru di Bekasi pada Sabtu, 29 November 2025, atas kebebasannya.
- Kebebasan ini terkait kasus korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara yang sebelumnya menjerat tiga eks direksi ASDP.
Suara.com - Suasana haru menyelimuti acara syukuran yang digelar mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, setelah dirinya resmi menghirup udara bebas.
Dengan isak tangis yang tak terbendung, Ira Puspadewi mengaku masih tak percaya bisa kembali berkumpul bersama keluarga berkat rehabilitasi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Momen emosional itu terekam saat ia menggelar syukuran di kediamannya di Kota Bekasi, Sabtu (29/11/2025). Bagi Ira, kebebasan ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan setelah melalui proses hukum yang panjang.
"Sampai hari ini kami masih, ini mimpi enggak ya? Ini beneran enggak ya? Kami tahu ini beneran dan ini luar biasa," kata Ira di hadapan kerabat dan awak media.
Dalam kesempatan tersebut, Ira secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia merasa terhormat karena Presiden menggunakan hak istimewanya untuk memulihkan nama baiknya.
"Kami juga ingin menyampaikan sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto yang berkenan menggunakan hak istimewanya pada perkara yang menimpa kami," ungkap Ira.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada sejumlah pihak yang dinilai berperan penting dalam proses rehabilitasinya, termasuk Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
"Juga kepada Mahkamah Agung dan seluruh menteri terkait yang berperan dalam mengeluarkan proses rehabilitasi kami," tambahnya.
Baca Juga: KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
Sebelumnya, Ira Puspadewi bersama dua mantan direksi ASDP lainnya, Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono, resmi bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (28/11/2025).
Kebebasan mereka merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Keppres) mengenai rehabilitasi yang memulihkan nama baik para pihak yang sebelumnya dinyatakan bersalah.
Kasus yang menjerat Ira dan dua rekannya adalah dugaan korupsi terkait akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) oleh ASDP.
Dalam putusan pengadilan sebelumnya, Ira divonis 4 tahun 6 bulan penjara, sementara dua eks direksi lainnya dihukum 4 tahun penjara serta denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan.
Majelis hakim saat itu meyakini ketiganya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,25 triliun.
Kerugian tersebut berasal dari pembelian saham PT JN dan pembayaran 11 kapal afiliasinya.
Berita Terkait
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
'Semua Senang!', Ira Puspadewi Ungkap Reaksi Tahanan KPK Dengar Dirinya Bebas Lewat Rehabilitasi
-
Rentetan Proses Pembebasan Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi: Keppres Keluar Pagi, Bebas di Sore Hari
-
Bebas dari Rutan KPK, Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo hingga Netizen
-
Senyum Sumringah Ira Puspadewi Usai Bebas dari Rutan KPK
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam