-
DPRD DKI Jakarta merespons maraknya kasus bullying pelajar dengan menjadikan Peraturan Daerah (Perda) Anti Bullying sebagai prioritas legislatif 2026.
-
Komisi E DPRD telah mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menyusun draf dan SOP rinci anti perundungan, berkoordinasi dengan Dinas PPAPP.
-
Perda Anti Bullying dinilai penting dan mendesak karena isu perundungan selalu menjadi masalah utama yang dibahas dalam rapat kerja Komisi E DPRD DKI.
Suara.com - Maraknya kasus perundungan atau bullying yang viral di media sosial belakangan ini, mulai dari kekerasan fisik hingga cyberbullying di kalangan pelajar Jakarta, menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan ibu kota.
Merespons kegelisahan para orang tua dan siswa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah strategis.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Fatimah Tania Nadira Alatas memastikan bahwa Peraturan Daerah (Perda) anti bullying adalah sebuah keniscayaan.
Legislator yang akrab disapa Tania ini menyebut pihaknya sangat serius mengawal isu kekerasan di lingkungan pendidikan.
"Ya pasti perlu lah, kalau namanya Perda Anti Bullying itu pasti. Jangankan Perda, apa saja yang akan kita lakukan untuk mengantisipasi bullying itu pasti akan kami lakukan," ujar Tania di Komplek DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2025).
Isu bullying disebut Tania selalu menjadi topik panas dalam setiap rapat kerja dengan mitra dinas terkait.
"Itu selalu dibahas, karena selalu, setiap kali rapat dengan PPAPP, selalu report-nya adalah masalah bullying," paparnya.
Komisi E DPRD DKI Jakarta bahkan telah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera bergerak cepat menyusun draf aturannya.
Dorongan ini diberikan agar ada standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam penanganan kasus.
Baca Juga: Bukan Lagi Salah Korban: Saatnya Menuntaskan Akar Bullying
"Ada dorongan dari Komisi E kepada Disdik untuk menyusun naskah akademik. Pasti, kami semua tuh concern," tegas Tania.
Ia menjelaskan bahwa aturan teknis pencegahan perundungan nantinya harus detail dan rinci.
Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) juga Tania anggap sebagai hal krusial dalam penyusunan rancangan Perda ini.
"Kami minta masalah SOP, masalah apa aja yang harus kita lakukan untuk pencegahan bullying. Antara PPAPP dan Disdik harus sinkron," jelasnya.
Tania tak lupa memastikan bahwa rancangan aturan ini sudah masuk dalam radar pembahasan legislatif tahun depan.
Ia bahkan menjanjikan bahwa penyelesaian masalah perundungan sudah menjadi salah satu prioritas kerja di tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait
-
Bukan Lagi Salah Korban: Saatnya Menuntaskan Akar Bullying
-
Safe Space Starts With You: Pentingnya Empati Saat Menulis Isu Bullying
-
Cyberbullying Bisa Lebih Kejam daripada Bullying Biasa, Mengapa?
-
Learned Helplessness: Saat Korban Bullying Sulit Melawan, Stop Menghakimi!
-
Sering Tak Dianggap, Ini Dampak Bullying Bagi Bystander
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
Terkini
-
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
-
Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan
-
AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg
-
Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
-
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump
-
Warga vs Mata Elang Bentrok di Klender, Kantor Penagih Motor Jadi Sasaran Amuk
-
Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat
-
Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand
-
Krisis Avtur Dimulai, Maskapai Eropa Ini Batalkan 20 Ribu Penerbangan