- Mantan Juru Bicara KPK, Johan Budi, menolak amnesti Presiden Prabowo kepada Hasto Kristiyanto.
- Johan Budi menilai amnesti tersebut bermuatan kepentingan politik untuk rekonsiliasi nasional semata.
- Ia menyetujui abolisi Tom Lembong dan rehabilitasi Ira Puspadewi demi keadilan masyarakat.
Suara.com - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengaku keberatan dengan pemberian amnesti kepada Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
Ia menilai, pemberian amnesti yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap Hasto sarat dengan kepentingan politik.
“Saya tidak setuju kalau kewenangan konstitusi yang dimiliki Presiden Prabowo itu digunakan untuk kepentingan politik. Rekonsiliasi nasional kan istilahnya,” kata Johan, dalam sebuah diskusi, dikutip Minggu (7/12/2025).
Namun, ia memiliki pandangan berbeda tentang pemberian abolisi terhadap eks Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, dan rehabilitasi terhadap mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi.
Ia sependapat dengan dua keputusan tersebut karena demi memberikan keadilan di tengah masyarakat.
“Tapi kalau yang dua itu (abolisi Tom dan rehabilitasi Ira) saya setuju karena konsepnya demi keadilan masyarakat,” ungkapnya.
“Kalau politik kan bisa banyak hal. Tapi kalau amnesti itu saya enggak setuju,” imbuhnya.
Johan Budi menegaskan, dirinya tidak setuju jika pemberian amnesti hanya untuk rekonsiliasi politik di dalam kasus korupsi.
“Yang saya soroti dan saya tidak setuju adalah memberikan amnesti untuk rekonsiliasi politik tapi di kasus korupsi,” tandasnya.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Amnesti untuk Pengedar Narkotika Skala Kecil, Ini Kata Yusril
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua