- Warga Kebon Sayur, Jakarta Barat, berunjuk rasa di kantor ATR/BPN menuntut hak atas tanah mereka yang telah ditinggali sebelum tahun 1972.
- Tanah sengketa tersebut pernah disertifikasi SHGB PT Pertamina tahun 1996, namun sertifikasi itu digugat dan dimenangkan oleh Sri Herawati.
- Akibat konflik ini, sekitar 20 rumah dan lapak warga dilaporkan rusak pada Februari 2024 oleh pihak yang diduga diutus Sri Herawati.
Suara.com - Seorang ibu menangis sembari berteriak saat melakukan aksi di depan kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kehadirannya guna menuntut hak atas tanah yang sedang mereka tempati di Kebon Sayur, Kapuk 2, Jakarta Barat.
Pengurus Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur, Jakarta Barat, Gunari mengatakan warga meminta keadilan atas tanah yang sudah ditinggali sebelum tahun 1972.
Namun, pada tahun 1996, tanah yang ditempati warga disertifikasi oleh PT Pertamina. Saat itu tanah tersebut tersertifikasi SHGB.
Kemudian sertifikasi SHGB itu digugat oleh Hidayadatullah, dan dimenangkannya.
Tak berselang lama, gugatan yang dimenangkan Hidayatullah kembali digugat oleh Sri Herawati. Gugatan kemudian dimenangkan oleh Sri Herawati.
“Masyarakat sudah mendiami sebelum mereka berkonflik,” kata Gunari, kepada Suara.com, di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Gunari mengatakan, saat ini melakukan aksi di depan Kementerian ATR/BPN untuk mendapat pengakuan dari negara.
Aksi kali ini bukan kali pertama, lanjut Gunari, aksi serupa sebelumnya pernah dilakukan.
Baca Juga: Warga Desa Jatiluwih Bali Gelar Aksi Protes dengan Tutupi Sawah
Gunari mengaku jika, pihak warga sempat bertemu dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang salah seorang pegawai saat beraudiensi.
“Kita aksi untuk menagih yang sudah dikatakan Menteri beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Perusakan Rumah
Gunari mengatakan, akibat konflik ini, sejumlah rumah warga sempat dirusak oleh sekelompok preman. Diduga kelompok itu diutus oleh Sri Herawati selaku pihak yang memenangkan gugatan.
Adapun, lanjut Gunari, perusakan itu terjadi pada bulan Februari 2024 lalu. Total sebanyak 20 rumah warga dan lapak dagangan warga rusak akibat ulah preman tersebut.
“Yang dirusak kalau rumah ada sekitar 20an rumah. Ada lumayan banyak lapak,” ucapnya.
Gunari berharap, dirinya dan warga Kebon Sayur lainnya mendapatkan oengakuan dari negara, dalam hal ini bisa memperoleh sertifikat tanah dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM).
“Harapan kami memperoleh pengakuan dari negara, dalam bentuk tentu yang kuta inginkan maksimal adalah SHM,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir
-
Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat
-
Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen
-
Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi
-
Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang
-
3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral