- Dirut Terra Drone jadi tersangka kasus kebakaran maut yang tewaskan 22 orang.
- Tersangka dijerat pasal kelalaian dan akan segera ditahan oleh pihak kepolisian.
- Proses identifikasi seluruh 22 korban tewas kini telah resmi ditutup.
Suara.com - Polisi menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone, berinisial MW, sebagai tersangka dalam kasus kebakaran maut di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang. Penetapan tersangka ini diikuti dengan penangkapan pada Rabu (10/12/2025).
"Benar, telah ditangkap. Kemarin ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025).
Penyidik menjerat MW dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan kebakaran dan kematian. Roby menambahkan, penahanan terhadap tersangka akan dilakukan dalam waktu 1x24 jam.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap tujuh saksi mengarah pada kemungkinan adanya unsur kelalaian, terutama terkait sistem mitigasi dan keselamatan.
"Apakah sudah diperhitungkan risiko dari usaha ini? Apakah cukup dengan APAR untuk memadamkan baterai?" ujarnya.
Identifikasi Seluruh Korban Selesai
Di sisi lain, proses identifikasi terhadap 22 korban tewas telah selesai dilakukan oleh tim kedokteran forensik RS Polri Kramat Jati. Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri, Kombes Ahmad Fauzi, memastikan seluruh jenazah telah berhasil dikenali.
“Karena semua jenazah telah teridentifikasi, hari ini kami nyatakan (proses identifikasi) ditutup,” ujarnya.
RS Polri memastikan jumlah korban tetap 22 orang tanpa adanya temuan jenazah tambahan. Meskipun demikian, tim DVI akan tetap bersiaga jika ada perkembangan baru dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Tragedi Kebakaran Terra Drone, Pengamat Desak Audit Keselamatan Gedung Tanpa Tawar-Menawar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok