- Penyidikan kasus penembakan lima petani di Bengkulu Selatan menunjukkan kejanggalan terkait proses visum korban.
- Advokasi menemukan bahwa penyidik mengklaim telah dilakukan visum, namun rumah sakit menyatakan belum ada permintaan.
- Tim advokasi melaporkan kejanggalan penanganan perkara ini kepada Kompolnas dan LPSK karena adanya potensi kriminalisasi.
Suara.com - Kasus penembakan yang menimpa lima orang petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, menyisakan tanda tanya besar.
Tim advokasi korban mencium aroma kejanggalan yang kuat dalam proses penyidikan yang dilakukan kepolisian setempat, terutama terkait fakta medis para korban.
Tim advokasi petani dari Akar Law Office, Ricky Pratama, mengungkapkan adanya ketidaksinkronan data yang fatal antara klaim penyidik dengan fakta di lapangan, khususnya mengenai proses visum terhadap kelima petani yang mengalami luka tembak.
“Pada saat berkoordinasi dengan penyidik mengenai visum terhadap lima orang korban, itu kemudian penyidik mengklaim bahwa kelima orang ini sudah dilakukan visum,” ujar Ricky di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Temuan Mengejutkan di Rumah Sakit
Klaim penyidik tersebut memicu kecurigaan tim kuasa hukum. Benar saja, setelah dilakukan pengecekan silang (cross-check) langsung ke rumah sakit, ditemukan fakta yang bertolak belakang.
Pihak administrasi rumah sakit menyatakan data visum para korban tidak pernah tercatat alias tidak ada.
“Hanya visum untuk saudara pelaku atau terduga pelaku penembak. Sedangkan untuk kelima petani, keterangan dari pihak administrasi rumah sakit itu belum ada permintaan sama sekali,” jelas Ricky.
Padahal, menurut Ricky, sejak awal laporan dibuat, pihak korban telah mendesak agar segera dilakukan visum sebagai bukti hukum.
Baca Juga: Korupsi CPO: Pengacara 3 Raksasa Sawit Minta Dibebaskan, Gugat Dakwaan Jaksa
Namun, saat ditelusuri kembali, administrasi permintaan visum untuk kelima korban seolah lenyap tak berbekas.
“Inilah yang kemudian menyebabkan kami hadir ke Jakarta dalam rangka menyampaikan kejanggalan-kejanggalan di dalam proses penegakan hukum ini,” ungkapnya tegas.
Lapor ke Kompolnas hingga LPSK
Merasa tak mendapatkan keadilan di daerah, tim advokasi membawa kasus ini ke tingkat nasional. Ricky menyebut pihaknya telah melaporkan kinerja personel Polres Bengkulu Selatan kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Langkah ini diambil untuk mendesak adanya audit investigasi terhadap penanganan perkara tersebut.
“Kemudian melakukan klarifikasi langsung terhadap Polda Bengkulu dan juga Polres Bengkulu Selatan agar dimintai keterangan berkaitan dengan laporan-laporan yang sudah kami lakukan, serta akan menjadikan penanganan perkara ini sebagai atensi publik atau atensi dari Kompolnas secara langsung,” paparnya.
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum: Banyak Pasal Dipreteli Polisi dalam Kasus Penembakan 5 Petani Bengkulu Selatan
-
Penembakan Petani di Bengkulu: Polisi Preteli Pasal Pembunuhan dan Dugaan Suap Miras
-
Sebelum Insiden Penembakan 5 Petani Bengkulu, Warga Sering Diintimidasi Buntut Konflik Agraria
-
Lima Petani Pino Raya Luka Berat Diduga Ditembak Keamanan Perusahaan Sawit! Begini Kronologinya
-
Korupsi CPO: Pengacara 3 Raksasa Sawit Minta Dibebaskan, Gugat Dakwaan Jaksa
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen