- Indonesia mencatatkan lebih dari 100 kasus terdampar hiu tutul antara 2011 hingga 2023, menjadikannya tren yang relatif tinggi secara global.
- Penyebab keterdamparan mencakup faktor alamiah seperti melimpahnya plankton di perairan dangkal yang menarik hiu mendekat.
- Aktivitas manusia, seperti lalu lintas kapal dan polusi, juga memicu stres serta disorientasi navigasi pada hiu tutul tersebut.
"Keterdamparan hiu tutul dipicu oleh kombinasi faktor alami dan manusia... Faktor manusia mencakup lalu lintas kapal, perikanan, dan polusi laut, yang menimbulkan stres, luka, atau kesulitan navigasi bagi hiu," jelas Taufan yang juga Anggota International Association for Biological Oceanography (IABO).
4. Yang Terdampar Rata-rata Masih 'Bocil'
Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah profil hiu yang terdampar. Kebanyakan dari mereka adalah individu muda yang belum matang secara reproduktif. Artinya, mereka mati sebelum sempat berkembang biak.
Ini kabar buruk buat kelestarian spesies ini. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu paus sudah masuk daftar merah spesies terancam punah (endangered).
"Diperkirakan populasi global mereka telah menurun setidaknya 50% dalam tiga generasi terakhir (75 tahun), dengan subpopulasi Indo-Pasifik mengalami penurunan 63%," tambah Taufan.
Apa yang Harus Kita Lakukan?
Hiu tutul adalah spesies yang dilindungi penuh di Indonesia. Taufan menekankan bahwa kunci penyelamatan ada di tiga hal, yakni: Respon cepat saat kejadian, atur aktivitas manusia di laut, dan edukasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?