- Polda Metro Jaya telah menerima 207 aduan dugaan penipuan WO Ayu Puspita dengan kerugian sementara Rp11,5 miliar.
- Penyidik telah menahan dua tersangka, yaitu pemilik WO dan bagian marketing, dalam kasus penipuan dan penggelapan ini.
- Penyidikan diperluas untuk menelusuri aliran dana serta aset guna pemulihan kerugian calon pengantin.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru di balik kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita.
Hingga kini, mereka mencatat telah menerima 207 aduan dan laporan korban dengan total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp11,5 miliar.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, mengatakan ratusan pengaduan tersebut berasal dari pasangan calon pengantin yang merasa dirugikan oleh layanan WO Ayu Puspita.
“Kami menerima 199 pengaduan dan 8 laporan dalam bentuk laporan polisi. Sehingga saat ini terdapat 207 permasalahan perkara yang menyangkut Wedding Organizer (WO) ini,” ungkap Iman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Dari jumlah laporan yang telah diverifikasi, polisi memperkirakan nilai kerugian sementara mencapai Rp11,5 miliar.
Namun angka tersebut belum final dan berpotensi terus bertambah seiring masih dibukanya posko pengaduan bagi korban lainnya.
“Saat ini para tersangka telah dilakukan penahanan, posko pengaduan kami tetap kami buka,” ujar Iman.
Dalam perkara ini, Polda Metro Jaya diketahui telah menetapkan dua tersangka, yakni Ayu Puspita alias AYP selaku pemilik WO dan DHP selaku marketing.
Keduanya dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Namun penyidik menegaskan pengusutan tidak berhenti pada pasal tersebut.
Baca Juga: Dari Pameran Megah ke Balik Jeruji, Mengapa Puluhan Calon Pengantin Bisa Tertipu WO Ayu Puspita?
Polisi kini memperluas penyidikan dengan menelusuri aliran dana dan aset para tersangka, guna memastikan pertanggungjawaban hukum sekaligus membuka peluang pemulihan kerugian korban.
“Selain pasal itu, kami terus melakukan pengembangan pada kasus ini dengan melakukan tracing aset dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Iman.
Selain itu Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban WO Ayu Puspita agar segera melapor melalui posko pengaduan yang telah disiapkan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu kepolisian memetakan skala perkara sekaligus memperkuat proses penegakan hukum terhadap para tersangka.
Berita Terkait
-
Segini Kisaran Harga Wedding Organizer Profesional dan Terpecaya di Jakarta
-
9 Tips Memilih Wedding Organizer yang Aman Agar Pernikahan Tak Jadi Bencana
-
Cinta Buta Mbah Tarman: Mahar Rp3 Miliar Terbukti Palsu, Kini Resmi Pakai Baju Tahanan
-
Tangis Korban Ayu Puspita Pecah: Venue Belum Dibayar H-1, Kerugian Kini Tembus Rp26 Miliar
-
Dari Pameran Megah ke Balik Jeruji, Mengapa Puluhan Calon Pengantin Bisa Tertipu WO Ayu Puspita?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS