- Penanganan pascabencana Sumatera Utara fokus pada pemenuhan air bersih dan perbaikan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan.
- Pencarian 84 korban hilang terhambat oleh keterbatasan alat berat di wilayah terisolasi, dengan total kerugian melebihi Rp17 triliun.
- Pemerintah daerah telah mengantisipasi kenaikan harga pangan menjelang Nataru serta menilai dukungan pusat sudah memadai.
Suara.com - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan penanganan pascabencana banjir dan longsor di Sumut kini difokuskan pada pemenuhan air bersih serta percepatan perbaikan infrastruktur, terutama akses jalan dan jembatan.
Pada fase awal bencana, kebutuhan di seluruh wilayah terdampak relatif sama, yakni percepatan distribusi logistik. Namun seiring berjalannya waktu, kebutuhan tiap daerah mulai berbeda.
"Pada awalnya kebutuhan di daerah terdampak bencana masih seragam, yaitu percepatan logistik karena akses terputus. Tapi hari ini, berjalannya waktu, kebutuhan daerahnya masing-masing sudah berbeda," kata Bobby, Selasa 16 Desember 2025.
Sejumlah daerah seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan membutuhkan percepatan pembukaan akses, sementara daerah lain memerlukan suplai air bersih karena jaringan air rusak meski wilayahnya tidak lagi terendam.
"Ada yang membutuhkan air bersih karena daerahnya sudah tidak terlalu terdampak, tapi akses air bersihnya tidak ada. Ini perlu kita suplai," ujarnya.
Selain itu, Bobby menekankan pentingnya perbaikan cepat infrastruktur, khususnya jembatan, agar tidak memperparah dampak bencana.
"Kalau jembatan tidak diperbaiki dalam waktu dekat, airnya masuk terus. Jadi otomatis menjadi daerah terdampak bencana. Yang paling utama membuka akses infrastruktur, jembatan-jembatan secara cepat," ucapnya.
Terkait pencarian korban hilang, Bobby menyampaikan hingga saat ini masih terdapat 84 orang yang belum ditemukan. Ia menyebut keterbatasan alat berat di beberapa wilayah terisolir menjadi kendala utama.
"Personel sudah masuk dan pencarian tetap dilakukan. Tapi kalau hanya pakai personel, bisa butuh lima hari. Kalau alat berat masuk, mungkin hanya dua hari. Ini yang kita percepat dengan membuka akses," jelasnya.
Sementara itu, Bobby mengungkapkan total kerugian akibat bencana di Sumut terus bertambah dan kini ditaksir lebih dari Rp 17 triliun.
"Kerugiannya sudah lebih dari Rp17 triliun. Itu termasuk jembatan putus, sawah gagal panen, sekolah, rumah sakit, termasuk alat kesehatannya yang terendam," jelasnya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bobby memastikan pemerintah daerah telah mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan dan gangguan distribusi, terutama di wilayah yang menjadi jalur logistik utama seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah.
"Kami sudah kirimkan logistik untuk menghindari kenaikan harga yang mendadak tinggi. Memang di beberapa daerah sudah terjadi kenaikan, dan itu yang kita intervensi," katanya.
Terkait desakan penetapan bencana nasional, Bobby menilai dukungan pemerintah pusat sejak awal sudah sangat kuat dan konkret.
"Kekuatan yang sudah diberikan oleh negara hari ini sangat membantu. Helikopter, jembatan Bailey, logistik, BBM, semua dibantu pemerintah pusat," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Asia Dihadiahi Rumah hingga Beasiswa oleh Gubernur Bobby
-
Pakar Sorot Isu Tekanan Asing dalam Pemilihan Vendor Infrastruktur Telekomunikasi
-
Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih
-
Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur
-
Kemarau Lumpuhkan 329 Telaga Air di Gunungkidul
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sejumlah Wilayah Palembang Akan Padam Listrik Hingga 6 Jam, Ini Lokasinya
-
Ulasan Novel Cinta di Dalam Gelas, Keberanian Maryamah Menantang Juara Catur
-
6 Sunscreen Mengandung Ceramide untuk Perbaiki Skin Barrier Rusak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Profil dan Peran Don Ritto dalam Kasus TPPU Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Horor dan Bikin Merinding! BabyMonster Rangkul Jati Diri di MV Lagu Moon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan
-
Mobil Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau Menurut Pakar: 2 EV Under 200 Juta Kasta Setara Ioniq
-
XLSMART Sambut Putusan MK soal Kuota Hangus, Siap Hadirkan Layanan Seluler Lebih Transparan
-
Review Cashero: Menyajikan Konsep Heroik yang Unik dan Sangat Menghibur!
-
Isuzu Dukung Implementasi Zero ODOL Demi Keamanan dan Ketahanan Kendaraan