- Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, hari ketujuh dioptimalkan karena kondisi cuaca membaik.
- Basarnas menambahkan dua alat berat untuk mempercepat evakuasi korban yang masih tertimbun material longsor.
- Hingga Kamis malam, 55 kantong jenazah telah dievakuasi dan 41 di antaranya berhasil diidentifikasi tim DVI.
Suara.com - Upaya pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memasuki fase krusial seiring membaiknya kondisi cuaca pada hari ketujuh operasi SAR. Situasi tersebut dimanfaatkan tim gabungan untuk mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun material longsor.
Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, mengatakan kondisi cuaca menjadi faktor penentu dalam kelancaran operasi di lapangan, terutama di sektor-sektor utama yang telah dipetakan sejak awal.
“Kami berharap cuaca hari ini lebih kondusif sehingga pencarian bisa dilakukan secara maksimal. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga menurunkan tambahan dua alat berat guna mempercepat proses evakuasi,” ujarnya di Bandung, Jumat.
Basarnas menambah dua unit alat berat jenis excavator PC 200 yang akan difokuskan di perbatasan sektor A2 dan A3. Penempatan ini dilakukan untuk mempercepat penggalian dan penanganan material longsor sesuai peta operasi SAR yang telah ditetapkan.
Operasi pencarian telah berlangsung sejak longsor terjadi pada Sabtu (24/1). Hingga hari keenam, puluhan korban berhasil dievakuasi dari timbunan tanah dan bebatuan yang menutup permukiman warga.
Berdasarkan data terakhir Kamis (29/1) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 55 kantong jenazah, sementara sekitar 25 korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Di sisi lain, proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus berjalan. Dari total jenazah yang ditemukan, 41 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang.
Pencarian difokuskan pada sektor-sektor dengan dampak longsor paling parah, sembari tetap mewaspadai potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang labil dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Ratusan personel dari berbagai instansi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan, diterjunkan secara bergantian. Mereka menyisir area rawan dengan dukungan alat berat, anjing pelacak, serta teknologi pendukung lainnya.
Baca Juga: Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal
Sementara itu, keluarga korban masih menanti kabar dengan harapan seluruh warga yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan. Tim SAR pun terus mengimbau masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar operasi kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari sepekan ini dapat membuahkan hasil terbaik bagi korban dan keluarga terdampak longsor Cisarua.
Berita Terkait
-
Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal
-
Di Balik Duka Longsor Bandung Barat, Adakah Dosa Pembangunan yang Diabaikan Pemerintah?
-
Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick
-
Banjir dan Longsor Berulang, Auriga Ungkap Deforestasi 'Legal' Jadi Biang Kerok
-
Hari Keempat Pencarian korban longsor Cisarua
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga