- Wamendiktisaintek Stella Christie tegaskan fokus pemerintah bukan kuota penerimaan mahasiswa baru PTN.
- Pemerintah berupaya maksimal menjamin akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
- Dukungan diberikan kepada PTN dan PTS yang berperan aktif memperluas kesempatan belajar mahasiswa.
Suara.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa pemerintah tidak melihat isu pendidikan tinggi semata-mata dari sisi kuota penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN).
Menurut Stella, fokus utama pemerintah adalah memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas, baik melalui PTN maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
Pernyataan itu sekaligus menanggapi kritikan dari Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik Rachbini yang menyebut PTN semakin banyak menjaring mahasiswa baru tetapi minim lakukan riset.
"Yang kita pikirkan bukan kuota. Tapi apa kita memberikan peluang yang paling banyak dan paling bagus untuk semua masyarakat Indonesia itu mahasiswa kita untuk belajar," kata Stella kepada media saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Ia menekankan, selama PTN membuka akses pendidikan dan memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkuliah, kebijakan tersebut akan terus didukung oleh pemerintah.
Dukungan yang sama, kata dia, juga diberikan kepada PTS yang berkontribusi memperluas akses pendidikan tinggi.
"Kalau misalnya PTN ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kita agar mereka bisa kuliah, itu selalu kita dukung. Sama juga dengan PTS yang memberikan kesempatan agar mahasiswa kita di Indonesia semuanya bisa kuliah, bisa belajar," tuturnya.
Stella menilai diskursus tentang pendidikan tinggi seharusnya tidak terjebak pada narasi keseimbangan kuota mahasiswa PTN dan PTS. Dia menekankan bahwa yang lebih penting ialah negara mampu menciptakan peluang pendidikan sebanyak-banyaknya bagi generasi muda.
"Jadi bukan keseimbangan, tapi menciptakan sebanyak-banyaknya peluang untuk mahasiswa kita," pungkasnya.
Baca Juga: Wamen Stella Jelaskan Skema Sekolah Garuda: 80 Persen Gratis 20 Persen Berbayar, Prioritas Prestasi!
Sebelumnya, Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini mengkritik kebijakan PTN yang dinilai terlalu agresif membuka kuota mahasiswa baru. Ia menilai sejumlah PTN lebih berorientasi pada jumlah mahasiswa dibanding penguatan kualitas akademik dan riset.
Prof. Didik juga menyoroti dampak pembukaan kuota besar PTN terhadap keberlangsungan PTS, yang dinilai berada dalam posisi tidak seimbang karena harus bertahan secara mandiri.
Kritik tersebut memicu perdebatan mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, terutama terkait relasi antara PTN, PTS, dan peran negara dalam menjamin akses pendidikan bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini