- KPK melaksanakan tiga kali OTT pada 17-18 Desember 2024 di berbagai wilayah tanpa menargetkan jaksa secara spesifik.
- OTT terjadi serentak di Tangerang, Jakarta, Bekasi (Jawa Barat), dan Hulu Sungai Utara (Kalsel) karena transaksi berurutan.
- Hasil OTT termasuk penangkapan jaksa, pengacara, pihak swasta, Bupati Bekasi, dan pejabat Kejaksaan HSU untuk tindak pidana korupsi.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak menargetkan jaksa dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sebanyak tiga kali dalam rentang waktu 1x24 jam.
Namun, KPK menyebut operasi senyap pada 17 hingga 18 Desember 2024 itu dilakukan lantaran adanya transaksi yang kebetulan terjadi pada hari yang sama.
Adapun OTT yang dimaksud dilakukan di wilayah Tangerang, Banten dan Jakarta; Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; dan Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
“Tidak ada alasan atau inisiatif khusus dari KPK tapi memang peristiwa tertangkap tangan ini terjadi hampir berbarengan di waktu yang hampir sama ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).
“Artinya, memang transaksi yang dilakukan oleh para pihak itu kemudian terjadi dalam sekuel waktu yang beruntun ya dalam 1-2 hari ini,” tambah dia.
Menurut Budi, pihak KPK sudah mengantongi informasi yang menjadi dasar untuk melakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku tindak pidana korupsi.
KPK diketahui melakukan penangkapan terhadap seorang Jaksa, yakni Reddy Zulkarnain, 2 orang pengacara salah satunya Didik Feriyanto, dan 6 orang swasta yang salah satunya Maria Siska selaku ahli bahasa.
KPK kemudian diketahui menyerahkan perkara hasil OTT di wilayah Banten dan Jakarta kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).
Selain itu, KPK juga melakukan OTT di wilayah Kabupaten Bekasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, pihak yang juga diamankan ialah Bupati Bekasi Ade Kuswara dan ayahnya, Haji Kunang yang merupakan Kepala Desa Sukadami.
Baca Juga: KPK Prihatin Tangkap Sejumlah Jaksa dalam Tiga OTT Beruntun
Keduanya diduga terlibat kasus pemerasan yang dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi dan terlibat kasus dugaan suap proyek.
Diketahui, KPK melakukan OTT di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan mengamankan 10 orang. Meski begitu, KPK belum mengungkapkan secara rinci identitas 10 orang yang sudah diamankan itu.
Terakhir, KPK juga melakukan OTT di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan. Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap dua orang dari Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara.
Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada pagi ini dan langsung menjalani pemeriksaan secara intensif.
Berita Terkait
-
KPK Prihatin Tangkap Sejumlah Jaksa dalam Tiga OTT Beruntun
-
Jaksa Kejati Banten Terjaring OTT KPK, Diduga Peras WNA Korea Selatan Rp 2,4 Miliar
-
OTT KPK di Bekasi, Bupati Ade Kuswara dan Ayahnya Disebut Ikut Diamankan
-
Gurita Harta Rp79 M Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang Kena OTT KPK, dari 31 Tanah ke Mustang
-
Profil Ade Kuswara Kunang, Bupati Milenial Bekasi yang Karirnya Kini 'Disegel' KPK
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas