- Sekretaris Kabinet membantah tudingan pemerintah lambat, menekankan respons cepat sejak hujan deras November 2025.
- Pemerintah memobilisasi unsur TNI-Polri, Basarnas, dan mengerahkan helikopter dari Jawa pada hari pertama bencana.
- Presiden Prabowo dan Wapres Gibran langsung mengunjungi wilayah terdampak Sumatra untuk mengoordinasikan pemulihan infrastruktur.
Teddy memastikan kehadiran pemerintah dalam penanganan bencana sudah sejak hari pertama.
"Jadi itu semuanya sejak hari pertama, saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana. Dan sampai sekarang, totalnya mungkin lebih dari 80 helikopter, pesawat, TNI, Polri, Basarnas, gabungan swasta, dibantu Susi Air, dibantu rekan-rekan semuanya," kata Teddy.
Presiden Turun Gunung
Selang beberapa hari setelah peristiwa bencana, Teddy menegaskan kehadiran Presiden Prabowo yang turun langsung ke tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah presiden turut diikuti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran kabinet.
"Kemudian di tanggal 30 (November), seluruh lokasi terdampak itu 52 kabupaten. Hampir 52 kabupaten itu, jalur lintas kabupatennya terputus. Listriknya hampir mati sejak awal. Di tanggal 30 (November), sedikit demi sedikit, tapi pasti, dari 52 kabupaten itu tersambunglah jalan," kata Teddy.
Teddy menekankan kondisi di lapangan yang perlahan mulai membaik, mulai dari akses jalan yang dapat tersambung hingga aliran listrik kembali menyala, merupakan upaya dari seluruh masyarakat.
"Nyalalah listrik. Gimana bisa nyambung? Gimana bisa nyala? Ya, semuanya kita ini, termasuk warga setempat, itu sama-sama sambungkan jalan. Petugas PLN mengangkut di tengah hujan, di atas gunung, segala macam, tanpa kamera," kata Teddy.
"Jadi yang saya mau tekankan di sini, ayo sama-sama bantu semuanya, saling dukung," sambungnya.
Teddy menegaskan kehadiran pemerintah juga dapat dilihat dari kehadiran langsung Prabowo. Kepala negara sudah tiga kali ke Aceh, tepatnya ke enam kabupaten. Sementara ke Sumatra Utara dua kali dan Sumatra Barat dua kali, masing-masing empat kabupaten. Demikian pula dengan Wapres Gibran yang sudah dua kali berkunjung.
Meski demikian, Teddy menyayangkan masih adanya penilaian bahwa pemerintah lambat. Ia lantas menegaskan bahwa Presiden Prabowo sudah melakukan berbagai hal yang menjadi masukan.
Baca Juga: Mengapa Cara Prabowo Tangani Bencana Begitu Beda dengan Zaman SBY? Ini Perbandingannya
"Bapak Presiden pertama ke Kutacane, Aceh Tenggara. Langsung meninjau jembatan yang putus ke pengungsian. Orang bilang, ‘jangan ke sana Pak, jangan ke pengungsian saja, bikin jembatan Pak’. Bapak Presiden ke Bireuen bikin jembatan di sana, dalam seminggu tersambung," kata Teddy.
"Sudah jembatan jadi, orang bilang lagi, ‘rapat Pak di sana’," ujar Teddy.
"Rapat di sana, Bapak Presiden ke Banda Aceh, bawa seluruh menteri hampir 15 orang dan perangkatnya. Kemudian dibilang lagi sama pihak tertentu, ‘datang Pak ke daerah yang terparah, yang baru terbuka jalur daratnya’."
"Bapak Presiden ke Aceh Tamiang. Setelah ke Aceh Tamiang, dibilang lagi, ‘datangnya jangan ke Aceh Tamiang Pak, datangnya ke daerah yang di tengah, yang tidak tembus jalur darat’. Bapak Presiden datang lagi ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, ke Takengon."
"Jadi yang saya mau sampaikan di sini, sejak hari pertama, detik pertama, pemerintah beserta warga itu sudah sama-sama berjuang keras, mengevakuasi warga, dan bagaimana caranya ini segera pulih. Itu yang pertama," kata Teddy.
Tag
Berita Terkait
-
Mengapa Cara Prabowo Tangani Bencana Begitu Beda dengan Zaman SBY? Ini Perbandingannya
-
Penanganan Bencana Sumatra Masuki Fase Transisi, Pembangunan Hunian Dikebut
-
Kondisi Terkini Lokasi Banjir Bandang Sumatera Utara
-
Anggota DPRD Sumut Minta Nias Merdeka, Kecewa Banjir Sumatera Tak Jadi Bencana Nasional
-
Ditantang Megawati Sumbang Rp2 Miliar untuk Korban Banjir Sumatra, Pramono Anung: Samina wa Athona
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan