- Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover, siap menjadi saksi fakta dalam sidang dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.
- Bambang mengklaim punya bukti baru dari buku Sri Adiningsih tentang perbedaan tahun kelulusan dengan Jokowi.
- Ia juga menyoroti kejanggalan fisik skripsi Jokowi, termasuk penggunaan jenis huruf yang dianggap tidak lazim.
Suara.com - Penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono, menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai saksi fakta dalam persidangan terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam sebuah podcast bersama Poempida Hidayatulloh, Bambang menegaskan bahwa dirinya ingin memberikan keterangan untuk memperkuat gugatan yang juga dilayangkan oleh Roy Suryo dan rekan-rekan lainnya.
Bambang Tri mengklaim memiliki bukti baru yang bersumber dari buku “Dewan Pertimbangan Presiden 2015-2019: Sejarah, Tugas, dan Fungsi” almarhumah Sri Adiningsih, mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Menurut Bambang, dalam buku tersebut terdapat data tahun lulusan Sri Adiningsih yang menunjukkan kejanggalan garis waktu pendidikan antara Sri Adiningsih dan Joko Widodo, padahal keduanya diakui sebagai teman seangkatan saat di SMP 1 Surakarta.
"Di buku itu jelas tahun berapa Bu Sri lulus SMP, SMA, dan masuk UGM. Lah kok semuanya beda dengan Jokowi, padahal beliau menyatakan dengan tegas satu angkatan," ujar Bambang Tri dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Selasa (23/12/2025)
Ia merinci bahwa berdasarkan data buku tersebut, Sri Adiningsih baru masuk UGM pada tahun 1981, sementara Jokowi mengaku masuk pada tahun 1980.
Menurutnya jika benar mereka satu angkatan sejak SMP, menurut Bambang, seharusnya tahun kelulusan dan tahun masuk universitas mereka menunjukkan angka yang sama atau serupa.
Selain masalah timeline, Bambang Tri juga menyoroti kejanggalan pada fisik skripsi Presiden Jokowi yang pernah beredar di media sosial.
Ia mengklaim skripsi tersebut menggunakan font Times New Roman, yang menurut risetnya belum menjadi standar atau umum digunakan pada masa kelulusan Jokowi.
Baca Juga: Buku "Jokowi's White Paper" Ditelanjangi Polisi: Cuma Asumsi, Bukan Karya Ilmiah
"Itu tertulis di buku saya, tidak mungkin kalau bukan skripsi palsu karena ditulis dengan font Times New Roman," ujar Bambang Tri
Selain itu, Bambang juga meragukan sosok Pak Kasmudjo yang ditampilkan ke publik sebagai dosen pembimbing skripsi Jokowi. Ia menyatakan memiliki data yang berbeda mengenai siapa sebenarnya pembimbing skripsi tersebut.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Misteri 'Lulus Sebelum Kuliah' Terbongkar! 7 Fakta Wagub Hellyana Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu
-
Wagub Babel Hellyana Resmi Jadi Tersangka Ijazah Palsu
-
Bandingkan Kasus Brigadir J, Roy Suryo Cs Minta Uji Labfor Independen Ijazah Jokowi di UI atau BRIN!
-
Buku "Jokowi's White Paper" Ditelanjangi Polisi: Cuma Asumsi, Bukan Karya Ilmiah
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda