- Arus balik libur Nataru 2025/2026 di Daop 1 Jakarta terpantau sangat tinggi pada Sabtu, 3 Januari 2026.
- Total kedatangan penumpang pada 3 Januari 2026 mencapai 51.165 orang, dengan Pasar Senen tertinggi.
- KAI memprediksi puncak kedatangan besok, Minggu (4/1/2026), sambil menyediakan 13.000 tiket tersisa.
Suara.com - Gelombang arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di wilayah Daop 1 Jakarta terpantau masih sangat tinggi hingga akhir pekan ini.
Ribuan penumpang terlihat memadati sejumlah stasiun vital ibukota seperti Pasar Senen, Gambir, Bekasi, hingga Jatinegara pada Sabtu (3/1/2026).
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan pihaknya terus mengoptimalkan operasional demi kelancaran perjalanan di tengah padatnya mobilitas warga.
“Arus balik masih cukup tinggi pada Sabtu (3/1/2026). Pada pukul 08.00, jumlah penumpang kereta api jarak jauh dan KA lokal yang datang di wilayah Daop 1 Jakarta tercatat mencapai 51.165 orang,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com hari ini.
Stasiun Pasar Senen mencatat angka kedatangan paling signifikan dengan 15.324 penumpang turun, disusul Stasiun Gambir yang menerima 14.448 penumpang.
Jika diakumulasikan sejak 18 Desember 2025, tercatat lebih dari 745 ribu penumpang telah tiba di wilayah kerja KAI Daop 1 Jakarta sepanjang periode liburan ini.
Pihak KAI memprediksi puncak kedatangan penumpang dengan volume tertinggi justru baru akan terjadi pada esok hari, Minggu (4/1/2026).
Franoto menyebutkan bahwa estimasi penumpang yang akan turun di Jakarta esok hari mencapai 49.812 orang.
Meski lonjakan penumpang tak terelakkan, KAI memastikan masih terdapat sisa kuota kursi bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mendesak.
Baca Juga: Arus Balik Natal 2025 Mulai Terlihat di Stasiun Senen
Data terbaru menunjukkan masih tersedia sekitar 13.000 tiket untuk keberangkatan tanggal 4 Januari 2026 di tengah tingginya permintaan.
Selain ketersediaan kursi, masyarakat juga masih bisa menikmati stimulus berupa potongan harga tiket hingga 30 persen yang berlaku sampai 10 Januari mendatang.
“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal perjalanan, serta memanfaatkan fasilitas boarding face recognition agar proses naik kereta lebih cepat dan tertib,” pungkas Franoto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung