- Superflu H3N2 subclade K terdeteksi di beberapa wilayah Indonesia.
- Dinkes DKI imbau masyarakat terapkan PHBS untuk mencegah penularan.
- Kasus di Jakarta terkendali dan trennya terus menurun sejak Oktober 2025.
Suara.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan penularan superflu atau influenza A H3N2 subclade K yang belakangan terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker saat sedang sakit, hingga menerapkan etika batuk.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari menyentuh area wajah, mencukupi asupan nutrisi seimbang, minum air putih minimal dua liter per hari, istirahat cukup, serta berolahraga secara teratur.
“Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen kurang dari 92 persen,” kata Ani dikutip Antara, Minggu (4/1/2026).
Meski demikian, Ani menyampaikan kalau jumlah infeksi influenza A H3N2 subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan jenis influenza lainnya.
Di Jakarta, Dinkes DKI mencatat tren kasus influenza A terus turun sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025.
“Demikian juga untuk kasus ISPA dan pneumonia secara umum, berdasarkan data yang ada di Dinkes terus turun sejak puncak kasus yang terjadi pada bulan Oktober 2025,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, secara nasional kasus penyakit mirip influenza (ILI) sempat meningkat hingga 74 persen pada Agustus 2025 dan didominasi oleh influenza A. Kecenderungan peningkatan serupa juga terjadi di Jakarta pada periode yang sama.
Sementara untuk kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tercatat sebanyak 1.966.308 kasus sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan yang mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.
Baca Juga: Resmi Tangani Timnas Indonesia, John Herdman Dapat Dukungan dari Pelatih Persija Jakarta
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, influenza A H3N2 subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025. Temuan tersebut diperoleh melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Kemenkes mencatat terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!