- Tiga anggota keluarga ditemukan meninggal di rumah kontrakan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat, 2 Januari 2026.
- Polisi masih menunggu hasil toksikologi forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian ketiga korban tersebut.
- Satu anggota keluarga selamat dari insiden tersebut dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Suara.com - Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk mengungkap penyebab kematian tiga anggota satu keluarga yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian para korban karena proses pemeriksaan medis masih berlangsung.
“Untuk penyebabnya masih dianalisa,” kata Onkoseno kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Menurut Onkoseno, hasil toksikologi dari tim kedokteran forensik menjadi bagian penting dalam penanganan perkara tersebut. Namun, hingga saat ini hasil pemeriksaan tersebut belum diterima pihak kepolisian.
“Masih menunggu hasil toksikologi, itu belum tahu kapan keluar dan bisa diungkap,” ujarnya.
Meski demikian, Onkoseno menegaskan penyelidikan tetap berjalan. Polisi, kata dia, terus mengumpulkan keterangan dan menelusuri fakta di lapangan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kasus ini mencuat setelah warga menemukan satu keluarga dalam kondisi tak bernyawa di rumah kontrakan mereka di Warakas, Jumat, 2 Januari 2026. Dari empat anggota keluarga, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Informasi penemuan tersebut pertama kali beredar di media sosial melalui akun Twitter atau X @wongdalang. Dalam unggahannya disebutkan, polisi langsung menangani kejadian tersebut.
Tiga korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13). Sementara satu anggota keluarga lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (22), selamat dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Baca Juga: Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
Berita Terkait
-
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Jasad Melepuh
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini
-
Teriakan Histeris Anak Pulang Kerja Ungkap Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya