- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menanggapi dinamika politik Venezuela dengan memprioritaskan keselamatan WNI di sana.
- DPR mendesak Kementerian Luar Negeri memantau situasi 24 jam dan menyusun rencana darurat evakuasi WNI.
- Indonesia harus menjaga prinsip non-intervensi dan kedaulatan Venezuela sambil tetap bertindak tegas melindungi warga negaranya.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menanggapi serius dinamika politik yang tengah bergejolak di Venezuela menyusul adanya klaim penangkapan Presiden Venezuela oleh pihak Amerika Serikat.
Dave menegaskan bahwa prioritas tertinggi pemerintah Indonesia saat ini adalah menjamin keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.
"Dalam konteks ini, Komisi I DPR RI memandang bahwa langkah pertama yang paling penting adalah memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di sana. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama," ujar Dave kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Politisi Partai Golkar ini mengimbau Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk melakukan pemantauan intensif selama 24 jam dan terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di Caracas.
Ia meminta pemerintah segera menyusun skenario darurat (contingency plan) untuk mengantisipasi jika kondisi keamanan di Venezuela semakin memburuk.
Terkait wacana evakuasi atau pemulangan WNI, Dave menilai persiapan logistik dan jalur evakuasi harus sudah dimatangkan sejak dini.
Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan di lapangan tetap dilakukan dengan perhitungan yang matang sesuai perkembangan situasi.
"Kita tidak boleh gegabah, tetapi juga tidak boleh lengah. Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah disusun, sehingga bila keadaan mendesak, pemerintah dapat bergerak cepat," tegasnya.
Di sisi lain, Dave menekankan pentingnya Indonesia menjaga marwah politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Baca Juga: AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
Meski fokus pada perlindungan warga negara, Indonesia diharapkan tetap menghormati kedaulatan Venezuela dan berpegang pada prinsip non-intervensi.
"Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan, agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara," kata dia.
Komisi I DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan Kemenlu agar tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan hukum internasional.
Ia berharap diplomasi Indonesia tetap tegas dalam melindungi rakyatnya namun bijak dalam menyikapi konflik politik global.
"Pesan utama Komisi I DPR RI jelas: keselamatan WNI adalah prioritas, kesiapan evakuasi harus ada, dan diplomasi Indonesia harus tetap tegas namun bijak dalam menghadapi dinamika ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro
-
Operasi Kilat Militer Amerika Serikat, Ini 5 Fakta Penangkapan Presiden Venezuela
-
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
-
Krisis Venezuela-Amerika Serikat dan Persimpangan Kebijakan FIFA Imbas Ulah sang Anak Emas
-
AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
-
Survei Indekstat: Pengangguran Masih Jadi PR Utama Pemerintah Sejak Era Jokowi
-
Tembus 96 Persen! Wilayah Ini Jadi Pendukung Paling Loyal Prabowo-Gibran Menurut Survei Terbaru
-
Pengamat Ingatkan Menteri Jangan Jadikan Jabatan Batu Loncatan Politik
-
Gebrakan Prabowo di Washington, Bikin Investor Global Siap Guyur Modal ke RI?
-
Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!
-
Detik-detik Gerak Cepat Bareskrim Polri Sita Aset Kantor PT Dana Syariah Indonesia
-
Siap-siap! Todd Boehly Janji Boyong Chelsea dan LA Lakers ke Indonesia Usai Bertemu Prabowo
-
Lewat #TemanAdemRamadan, Aqua Kampanyekan Puasa Lebih Adem dan Sabar
-
Menlu Sugiono: Indonesia Siap Kirim 8.000 Personel Pasukan ISF, Fokus Lindungi Warga Sipil