- JPU menjadwalkan Misri Puspita Sari bersaksi pada sidang lanjutan di PN Mataram pada Senin, 12 Januari, terkait kematian Brigadir Nurhadi.
- Misri berstatus saksi biasa karena mengaku tidak melihat langsung penganiayaan yang terjadi di Villa Tekek, Gili Trawangan.
- Misri dijerat Pasal 221 KUHP tentang *Obstruction of Justice* karena diduga terlibat penghilangan barang bukti digital ponsel korban.
Suara.com - Teka-teki kematian Brigadir Muhammad Nurhadi di Villa Tekek, Gili Trawangan, akan segera menemui babak baru.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadwalkan kehadiran Misri Puspita Sari dalam sidang lanjutan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Mataram pada Senin (12/1) mendatang.
Misri, yang kini menyandang status tersangka, bakal memberikan kesaksiannya untuk dua terdakwa, yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan I Gde Aris Candra Widianto.
"Nanti saksi (Misri) kemungkinan pekan depan (hadir) bersama saksi-saksi yang lain," ujar perwakilan tim JPU, Budi Mukhlish, Selasa (6/1/2025).
Bukan Saksi Mahkota, Melainkan 'Saksi Biasa'
Meski kehadirannya dinantikan, Budi menegaskan bahwa peran perempuan asal Jambi ini bukanlah saksi kunci atau saksi mahkota dalam peristiwa maut di Kabupaten Lombok Utara tersebut.
"Saksi biasa, kita berharap dia menyampaikan apa adanya," kata Budi.
Status "saksi biasa" ini disematkan karena pengakuan Misri yang menyebut dirinya tidak melihat langsung detik-detik penganiayaan yang merenggut nyawa Brigadir Nurhadi. Kepada penyidik, Misri mengaku sedang berada di kamar mandi saat peristiwa itu pecah.
"Di keterangan 'kan dia di kamar mandi 40 menit, sehingga tidak tahu apa-apa, nanti kita uji pada saat di persidangan. Apakah 40 menit itu sesuai dengan keterangan para saksi, sesuai dengan TKP," ucap Budi menjelaskan poin yang akan digali jaksa.
Baca Juga: Tersangka Korupsi Pokir Dinsos Lombok Barat Belum Ditahan, Kejari Mataram Beberkan Alasannya
Jeratan Pasal Obstruction of Justice
Walau mengaku tak tahu-menahu soal kejadian di luar kamar mandi, Misri tetap terseret dalam pusaran hukum. Ia diduga kuat terlibat dalam upaya menghalangi penyidikan (Obstruction of Justice) sebagaimana diatur dalam Pasal 221 KUHP.
Budi Mukhlish masih menyimpan detail peran Misri untuk dibuka di persidangan nanti. Namun, ia memberi bocoran mengenai adanya upaya penghilangan barang bukti digital, termasuk percakapan di ponsel korban.
"Yang jelas sesuai pasal yang disangkakan itu 'Obstruction of justice', ada beberapa alat bukti itu dilakukan penghapusan, tidak bisa di akses termasuk WA (WhatsApp) dari handphone korban," tegasnya.
Meski ada data yang dihapus, jaksa mengantongi kartu AS berupa sisa-sisa jejak digital yang berhasil diamankan.
"Tapi, ada beberapa SS (tangkapan layar) yang masih ada, percakapan dengan salah satu terdakwa. Nah ini nanti kita tayangkan juga, ada lima SS lah," pungkas Budi. (Antara)
Berita Terkait
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum, Turis Bisa Rasakan Sensasi Jadi Pebalap
-
Tersangka Korupsi Pokir Dinsos Lombok Barat Belum Ditahan, Kejari Mataram Beberkan Alasannya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Presiden Prabowo Disebut Minta Febrie Adriansyah Ditangkap, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!
-
Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?
-
Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR
-
Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti
-
Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK
-
Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu
-
Geger Isu Teror di Kantor BGN, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Garansi Harga BBM Rakyat Kecil Tak Naik, Prabowo Sentil Pengusaha Pakai Lamborghini
-
Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur
-
Nama Febrie Terseret Isu Korupsi, Habiburokhman: Jika Bukti Kuat Harus Diproses