- Polisi menggerebek rumah kontrakan di Sleman yang diduga menjadi markas sindikat penipuan online internasional beroperasi 24 jam.
- Rumah tersebut terbukti hanya memiliki izin usaha dari Jawa Barat, bukan dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta setempat.
- Puluhan laptop dan ponsel disita, dengan sekitar lima puluh hingga enam puluh orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Suara.com - Sebuah rumah kontrakan mewah di Jalan Gito Gati, Padukuhan Penen, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang beroperasi nonstop selama 24 jam akhirnya digerebek polisi. Lokasi tersebut diduga kuat menjadi markas operasional sindikat penipuan online atau scam berskala internasional.
Fakta mengejutkan terungkap, selain aktivitasnya yang telah lama membuat warga resah, kantor misterius ini ternyata hanya mengantongi izin usaha yang diterbitkan dari luar daerah, yakni Jawa Barat. Penggerebekan ini membongkar praktik terselubung yang sudah berbulan-bulan menjadi target operasi kepolisian.
Ketua RW 33 setempat, Wahyu Agung Purnomo, yang diminta menjadi saksi oleh aparat, membeberkan kondisi di dalam markas tersebut. Menurutnya, rumah itu baru disewa sekitar satu tahun terakhir dan langsung menunjukkan aktivitas yang tidak biasa.
"Kurang lebih setahun yang lalu, belum lama. Dulu itu memang rumah dikontrakkan," kata Wahyu kepada awak media, Selasa (6/1/2026).
Kejanggalan pertama yang terungkap adalah soal legalitas. Saat pengurus lingkungan mencoba mengonfirmasi perizinan, pihak pengelola menunjukkan dokumen yang bukan berasal dari Sleman atau DIY, melainkan dari Jawa Barat. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan yang sudah ada.
"Izinnya juga tidak di Sleman tapi di daerah Jawa Barat," katanya.
Saat proses penggerebekan berlangsung, Wahyu menyaksikan sendiri bagaimana setiap sudut rumah, baik di lantai satu maupun lantai dua, disulap menjadi ruang kerja yang dipenuhi perangkat digital. Puluhan laptop dan ponsel pintar menjadi bukti utama skala operasi sindikat ini.
"Barang bukti berupa beberapa HP dan laptop banyak sekali karena itu ada di lantai bawah dan lantai atas. Setiap kamar itu ada barang buktinya masing-masing di atas meja," tuturnya.
Pihak kepolisian, menurut Wahyu, mengakui bahwa lokasi ini bukanlah target baru. Sindikat ini telah berada di bawah radar pengawasan aparat selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dilakukan tindakan tegas.
Baca Juga: Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman Digerebek, Karyawan hingga Kendaraan Diangkut Polisi
"Kasusnya memang sudah diamati berbulan-bulan," imbuhnya.
Operasional markas ini berjalan layaknya pabrik yang tak pernah tidur. Puluhan karyawan bekerja dalam sistem tiga shift untuk memastikan kegiatan penipuan berjalan selama 24 jam penuh. Diperkirakan ada puluhan orang yang diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Kalau kemarin itu info dari kepolisian memang yang mau dimintai keterangan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 orang," terangnya.
Sebelum digerebek, warga sekitar sebenarnya sudah lama menaruh curiga. Keluhan utama datang dari banyaknya sepeda motor yang terparkir sembarangan hingga memakan marka jalan, menandakan jumlah "karyawan" yang tidak wajar untuk sebuah kantor biasa.
Keluhan ini bahkan sudah disampaikan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan, dan sempat ditindaklanjuti oleh Satpol PP, namun aktivitas mencurigakan itu tak kunjung berhenti.
Berita Terkait
-
Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman Digerebek, Karyawan hingga Kendaraan Diangkut Polisi
-
Markas Besar Sindikat Penipuan Online Internasional Digerebek Polisi di Sleman, Begini Lokasinya!
-
RSJ Grhasia DIY Tangani Mayoritas Pasien Skizofrenia Usia Produktif
-
Harga Tiket dan Lokasi On The Rock Jogja, Destinasi Viral Mirip Pantai Pandawa Bali
-
Jamu PSS Sleman, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya
-
ART di Serang Nekat Jadikan Anak Majikan Jaminan Utang, Minta Tebusan Rp10,5 Juta
-
Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
-
Era Baru Main Roblox: Wajib Scan Wajah, Anak di Bawah Umur Auto Diblokir
-
Polisi Sita Rp37,6 Miliar dari Ratusan Rekening Judol
-
Drama Panjang Sidang Perdana Nadiem Makarim: Dari Pengawalan TNI hingga Hak Bicara yang Terhenti
-
Mahfud MD Soroti Keterlibatan TNI dalam Persidangan Perdana Nadiem Makarim