- Skizofrenia merupakan kasus gangguan mental terbanyak di RSJ Grhasia DIY, khususnya jenis skizofrenia tak terinci.
- Mayoritas pasien yang dirawat berada pada kelompok usia dewasa produktif, yaitu rentang usia 40 hingga 50 tahun.
- RSJ Grhasia juga menangani pasien anak dengan gangguan perkembangan dan kecanduan gawai, yang memerlukan rehabilitasi.
Suara.com - Skizofrenia masih menjadi kasus kesehatan mental paling banyak ditangani Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasiennya berasal dari kelompok usia dewasa produktif.
Direktur RSJ Grhasia DIY, Akhmad Akhadi, mengatakan skizofrenia merupakan gangguan mental yang bersifat kompleks.
“Ya, kasusnya memang masih terbanyak itu adalah skizofrenia,” kata Akhmad ditemui di RSJ Grhasia DIY, Senin (5/1/2026).
Skizofrenia sendiri mencakup berbagai aspek perilaku dan fungsi diri pasien. Gangguan ini memiliki sejumlah jenis dengan karakteristik berbeda.
Ia menjelaskan, dari berbagai jenis skizofrenia, kasus terbanyak yang ditemukan di RSJ Grhasia adalah skizofrenia tak terinci atau tidak teridentifikasi. Jenis ini tidak dapat diklasifikasikan secara spesifik ke dalam tipe skizofrenia tertentu.
“Yang paling banyak itu skizofrenia tak terinci,” imbuhnya.
Selain skizofrenia, kata Akhmad, gangguan bipolar menjadi kasus terbanyak kedua yang ditangani rumah sakit rujukan kesehatan jiwa tersebut.
Ia menyebut mayoritas pasien gangguan jiwa yang menjalani perawatan di RSJ Grhasia berasal dari kelompok usia dewasa produktif.
Rentang usia terbanyak berada pada kisaran 40 hingga 50 tahun. Sementara pasien berusia di atas 50 tahun jumlahnya lebih sedikit.
Baca Juga: Harga Tiket dan Lokasi On The Rock Jogja, Destinasi Viral Mirip Pantai Pandawa Bali
“Usianya banyak di 40 sampai 50 tahun,” imbuhnya.
Ada Pasien Anak
Selain pasien dewasa, RSJ Grhasia turut melayani pasien anak dan remaja melalui layanan psikiatri khusus.
Namun, jumlah kasus pada kelompok usia ini relatif lebih sedikit dibandingkan pasien dewasa. Pasien anak tertua yang ditangani berusia 18 tahun dan masih dikategorikan sebagai anak menurut standar WHO.
Gangguan mental pada anak umumnya berkaitan dengan gangguan perkembangan. Beberapa di antaranya adalah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) serta gangguan wicara.
Ada pula gangguan mental akibat kecanduan, terutama kecanduan gawai dan permainan daring.
“Gangguan anak kebanyakan karena gangguan perkembangan. ADHD, enggak bisa fokus. Ada beberapa kasus gangguan diakibatkan kecanduan, kecanduan gadget gitu,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Harga Tiket dan Lokasi On The Rock Jogja, Destinasi Viral Mirip Pantai Pandawa Bali
-
Pelatih PSIM Yogyakarta Tak Risau 3 Pemain Kunci Absen Jelang Lawan Semen Padang
-
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Malioboro Belum Sepi! Wisatawan Masih Belanja Oleh-oleh Sebelum Pulang
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh