- Menteri PPPA meninjau korban banjir di Tapanuli Selatan dan Langkat pada Minggu (4/1/2026).
- Anak-anak korban banjir di pengungsian menunjukkan semangat tinggi dan keinginan meraih cita-cita besar.
- Kemen PPPA memastikan pemenuhan hak anak serta keberlanjutan belajar mengajar di lokasi pengungsian.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkapkan kondisi anak-anak korban banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan masih menunjukkan semangat dan keceriaan meski berada di pengungsian.
Hal itu disampaikan Arifah saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Dusun Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (4/1/2026) lalu, setelah sebelumnya mengunjungi pengungsian di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
"Saya melihat anak-anak di sini memiliki semangat yang luar biasa, mereka saya tanya ada yang mau jadi tentara, polisi, pengusaha, bahkan ada yang mau jadi presiden," kata Arifah dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Menurut Arifah, semangat anak-anak tersebut tetap terjaga karena mereka terus didorong untuk merasa aman dan percaya diri, meski berada dalam situasi darurat pascabencana.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak harus tetap berjalan selama masa pemulihan hingga keluarga korban ditempatkan di hunian yang disiapkan pemerintah.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dalam kondisi apa pun, mereka harus tetap merasa aman, bahagia, dan memiliki semangat untuk belajar serta meraih cita-cita,” kata Arifah.
Dalam kunjungannya, Menteri PPPA didampingi Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK) Ciput Purwianti, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, serta Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara Dwi Endah Purwanti.
Mereka meninjau langsung kondisi anak-anak dan perempuan terdampak banjir sekaligus memberikan pendampingan psikososial.
Pendampingan tersebut diikuti ratusan anak yang tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti bernyanyi bersama, bermain, serta pertunjukan boneka tangan. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.
Baca Juga: Satgas Galapana DPR RI Dorong Sinkronisasi Data Percepatan Huntara, Target Rampung Jelang Ramadan
Arifah juga memastikan proses belajar mengajar anak-anak di pengungsian tetap berjalan tanpa kendala. Ia menuturkan bahwa Kemen PPPA bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memastikan adanya afirmasi bagi satuan pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memperhatikan kondisi anak di pengungsian.
“Kami sudah memastikan ada afirmasi bagi satuan pendidikan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar yang memperhatikan situasi dan kondisi anak di pengungsian ataupun penampungan sementara,” tegasnya.
Selain pendampingan psikososial, diberikan juga bantuan kepada para korban berupa kebutuhan spesifik perempuan dan anak, perlengkapan sekolah, serta perlengkapan edukatif lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikologis sekaligus mendukung kegiatan belajar anak-anak selama berada di pengungsian.
Berita Terkait
-
Satgas Galapana DPR RI Dorong Sinkronisasi Data Percepatan Huntara, Target Rampung Jelang Ramadan
-
Memulihkan Jalan, Menyelamatkan Nyawa: Respons Infrastruktur Pascabencana di Aceh
-
Bareskrim Tetapkan Tersangka di Kasus Banjir Tapsel, Individu dan Korporasi Terseret
-
Gotong Royong Membangun Kembali Sumatra dan Aceh yang Diterjang Banjir
-
Apakah Aman Membeli Mobil Bekas Banjir? Pelajari Dulu Risikonya
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia
-
Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia