- Pemkot Tangsel meluncurkan program 100 hari untuk transformasi pengelolaan sampah guna mengatasi keterbatasan TPA.
- Fokus utama mencakup penguatan regulasi, optimalisasi teknologi *waste-to-energy* di TPA Cipeucang, dan revitalisasi TPS3R.
- Program ini bertujuan mengintegrasikan data, mempercepat teknologi ramah lingkungan, dan menarik investasi sektor pengolahan limbah.
Suara.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) resmi memulai langkah strategis transformasi tata kelola limbah dengan meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendorong efisiensi anggaran daerah melalui pengelolaan sampah modern berbasis teknologi.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa selama 100 hari ke depan, Pemkot akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan regulasi, optimalisasi teknologi pengolahan di sektor hilir, serta revitalisasi sistem pemilahan sampah di tingkat hulu.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting menuju penerapan ekonomi sirkular di Tangerang Selatan.
“Persoalan sampah di Tangerang Selatan tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola konvensional kumpul-angkut-buang. Dalam 100 hari kerja Tim Percepatan ini, kami menargetkan integrasi data dan sistem yang lebih kuat, termasuk percepatan implementasi teknologi ramah lingkungan,” ujar Benyamin saat memberikan keterangan resmi di Puspemkot Tangsel, Senin (5/1/2026).
Fokus Hilir: TPA Cipeucang dan Waste-to-Energy
Salah satu fokus utama rencana 100 hari ini adalah percepatan penguatan infrastruktur pengolahan sampah di TPA Cipeucang.
Pemkot Tangsel tengah menyiapkan skema kerja sama untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta optimalisasi penggunaan insinerator yang sesuai dengan standar baku mutu lingkungan.
Benyamin menyebut stabilisasi lahan di TPA Cipeucang menjadi agenda mendesak guna mencegah kelebihan beban.
Baca Juga: Serang Setop Kiriman Ratusan Ton Sampah dari Tangsel, Ada Apa?
“Kami mengakselerasi proses administrasi dan teknis agar teknologi pengolahan sampah menjadi energi bisa segera beroperasi maksimal. Ini bukan hanya soal kebersihan kota, tetapi juga efisiensi biaya pengelolaan sampah dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangsel juga memantapkan kerja sama pembuangan sampah ke TPA Lulut Nambo, Jawa Barat.
Koordinasi lintas wilayah ini dinilai penting untuk mencegah penumpukan sampah di kawasan permukiman selama masa transisi penerapan teknologi baru.
Revitalisasi Hulu dan Digitalisasi Sistem
Di sisi hulu, rencana kerja 100 hari mencakup pengaktifan kembali serta peningkatan kapasitas 22 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang tersebar di tujuh kecamatan.
Langkah ini ditargetkan mampu mengurangi aliran sampah ke TPA hingga 20–30 persen.
Berita Terkait
-
Serang Setop Kiriman Ratusan Ton Sampah dari Tangsel, Ada Apa?
-
Gunungan Sampah di Ciputat Muncul Lagi, Bikin Macet Parah, Bau Busuk Menyerang
-
Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel
-
CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah
-
Satu Dekade Sisumaker Tangsel: Pionir Digitalisasi Birokrasi yang Kini Direplikasi Nasional
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita