- DLH Kota Serang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangsel ke TPSA Cilowong sejak Selasa (5/1/2026).
- Penghentian ini merupakan respons atas keresahan warga terdampak negatif dari tetesan air lindi truk sampah.
- Evaluasi fokus pada kesiapan teknis TPSA dan penerimaan sosial warga sekitar sebelum kebijakan dilanjutkan.
Suara.com - Kebijakan pengelolaan sampah antara dua kota besar di Banten menemui jalan buntu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang secara resmi menghentikan sementara seluruh pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang selama ini dibuang ke Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, terhitung sejak Selasa (5/1/2026) sore.
Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas desakan dan masukan dari masyarakat yang resah akibat dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Keputusan ini memaksa ratusan ton sampah harian dari Tangsel kini berstatus tak menentu, menunggu hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh pihak Kota Serang.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengonfirmasi bahwa penghentian ini bersifat sementara namun krusial untuk menentukan nasib kerja sama pengelolaan sampah ke depan.
"Maka untuk sore ini disetop dulu. Penyetopan ini dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi yang akan disampaikan kepada Wali Kota Serang untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya," kata Farach Richi di Serang, Selasa (6/1/2026).
Menurut Farach, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada DLH Kota Tangsel terkait penghentian ini. Fokus utama evaluasi adalah dua hal mendasar, yakni kesiapan teknis TPSA Cilowong dalam menampung volume sampah masif dari luar daerah dan, yang terpenting, tingkat penerimaan sosial dari warga sekitar yang selama ini terdampak langsung.
Pemicu utama dari evaluasi ini adalah keluhan warga yang tak kunjung usai, terutama soal dampak negatif dari proses pengangkutan sampah. Tetesan air lindi yang berbau menyengat dari truk-truk pengangkut sampah menjadi biang kerok utama protes.
Menanggapi hal tersebut, Farach menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya melakukan mitigasi.
Salah satu langkahnya adalah dengan mendirikan pos pemeriksaan atau check point di dua lokasi strategis, yakni di Kilometer 68 dan di daerah Cakung, untuk menyaring armada yang tidak layak jalan.
Baca Juga: Gunungan Sampah di Ciputat Muncul Lagi, Bikin Macet Parah, Bau Busuk Menyerang
"Cek poin itu kami lakukan untuk memastikan kondisi mobil tidak meneteskan air lindi. Kalau berceceran, maka armada tersebut kami perintahkan putar balik," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Ia juga mengklaim bahwa penanganan tahun ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Volume tetesan air lindi diklaim telah jauh berkurang, dan sistem pengelolaan di TPSA Cilowong sendiri mulai ditingkatkan dari open dumping menjadi controlled landfill.
Meski begitu, masukan dari masyarakat dianggap sebagai pendorong untuk perbaikan yang lebih fundamental. Farach melihat kritik warga sebagai momentum untuk melakukan penataan yang lebih serius, termasuk rencana peremajaan armada truk sampah secara bertahap.
"Kami bersyukur masyarakat memberikan masukan. Hal itu menjadi pacuan kami untuk melakukan penataan, termasuk peremajaan armada secara bertahap dan persiapan menuju PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik)," kata Farach.
Berita Terkait
-
Gunungan Sampah di Ciputat Muncul Lagi, Bikin Macet Parah, Bau Busuk Menyerang
-
Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik
-
Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel
-
CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah
-
Satu Dekade Sisumaker Tangsel: Pionir Digitalisasi Birokrasi yang Kini Direplikasi Nasional
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
-
Survei Indekstat: Pengangguran Masih Jadi PR Utama Pemerintah Sejak Era Jokowi
-
Tembus 96 Persen! Wilayah Ini Jadi Pendukung Paling Loyal Prabowo-Gibran Menurut Survei Terbaru
-
Pengamat Ingatkan Menteri Jangan Jadikan Jabatan Batu Loncatan Politik
-
Gebrakan Prabowo di Washington, Bikin Investor Global Siap Guyur Modal ke RI?
-
Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!
-
Detik-detik Gerak Cepat Bareskrim Polri Sita Aset Kantor PT Dana Syariah Indonesia
-
Siap-siap! Todd Boehly Janji Boyong Chelsea dan LA Lakers ke Indonesia Usai Bertemu Prabowo
-
Lewat #TemanAdemRamadan, Aqua Kampanyekan Puasa Lebih Adem dan Sabar
-
Menlu Sugiono: Indonesia Siap Kirim 8.000 Personel Pasukan ISF, Fokus Lindungi Warga Sipil