- PT MRT Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas Fase 2A (Harmoni–Mangga Besar) mulai 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
- Rekayasa ini mendukung pembangunan tiga stasiun bawah tanah dan terowongan oleh kontraktor Shimizu Adhi Karya Joint Venture.
- Perubahan jalur signifikan terjadi di Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar untuk mengakomodasi konstruksi berat stasiun dan kanal.
Suara.com - PT MRT Jakarta resmi memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan proyek Fase 2A CP 202 yang meliputi area Harmoni hingga Mangga Besar.
Langkah krusial ini diambil guna mendukung percepatan pembangunan tiga stasiun bawah tanah serta konstruksi terowongan di jalur strategis tersebut.
Rekayasa lalu lintas ini dijadwalkan berlangsung dalam durasi yang cukup panjang, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Proyek ini dikerjakan kontraktor pelaksana Shimizu Adhi Karya Joint Venture (SAJV), di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.
Di area Stasiun Harmoni, arus kendaraan di Jalan Hayam Wuruk akan mengalami pergeseran lajur mulai dari Gedung BPKP sampai Gedung Sandjaja.
Meskipun terdapat pengerjaan penggalian dan kanal underpass, lajur kendaraan ke arah Monas di kawasan tersebut tetap dipertahankan sebanyak tiga lajur.
Sementara itu, titik krusial lainnya berada di area Stasiun Sawah Besar yang akan mengalami perubahan alur kendaraan secara dinamis dalam beberapa tahapan.
Pengendara dari Jalan Hayam Wuruk arah Kota akan dialihkan ke sisi kanal mulai dari Alfamart hingga Clover Bakery sebelum akhirnya dikembalikan ke sisi tengah.
Memasuki bulan Maret, arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada arah Kota juga akan terdampak dengan pengalihan lajur ke sisi kanal di depan gedung CIMB Niaga.
Baca Juga: Khusus Malam Tahun Baru 2026, MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Hingga Dini Hari
Untuk area Stasiun Mangga Besar, para pengguna jalan harus bersiap dengan penyempitan jalur karena arus menuju Monas hanya akan menyisakan satu lajur di sisi kanal.
Seluruh tahapan pengerjaan ini mencakup konstruksi berat seperti penggalian stasiun, pengerjaan kanal underpass, hingga pemasangan secant bore pile.
Manajemen MRT Jakarta menekankan pentingnya bagi para pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu dan instruksi petugas demi keselamatan bersama di area proyek.
"Kami berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," kata Rendy Primartantyo selaku Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).
Pihak perusahaan juga secara resmi menyampaikan pernyataan terkait dampak ketersendatan lalu lintas yang mungkin terjadi selama proses pengerjaan konstruksi ini.
"PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini," pungkas Rendy.
Berita Terkait
-
Promo MRT Rp 1 dan Jadwal Operasional Tanggal 31 Desember 2025-1 Januari 2026
-
Promo TransJakarta, MRT dan LRT Diperpanjang saat Tahun Baru 2026
-
Khusus Malam Tahun Baru 2026, MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Hingga Dini Hari
-
Jangan Terjebak, Ini Skema Rekayasa Lalin Total di Sudirman-Thamrin Saat Malam Tahun Baru 2026
-
Besok Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik Nataru ke Jogja, Exit Prambanan Jadi Perhatian
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc
-
Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!
-
Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?
-
Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO
-
Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz
-
ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan