- Sebanyak 1.659 personel gabungan amankan aksi unjuk rasa buruh di Monas.
- Polisi imbau massa tertib dan akan terapkan pengamanan secara humanis.
- Rekayasa lalu lintas disiapkan, warga diimbau hindari kawasan Monas.
Suara.com - Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh di kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026). Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan aksi penyampaian pendapat berjalan dengan aman dan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menyebut total personel yang dikerahkan mencapai 1.659 orang, yang merupakan gabungan dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah.
"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis," kata Reynold kepada wartawan.
Pengamanan Diperluas dan Imbauan untuk Massa
Selain di kawasan Monas, kepolisian juga menyiagakan personel di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengantisipasi pergerakan massa.
Reynold mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan provokasi.
"Agar massa aksi tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban," ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan jumlah massa di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan.
“Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
Baca Juga: Ribuan Buruh Geruduk Istana, Tuntut Revisi UMP DKI dan UMSK Jawa Barat
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
-
Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian
-
Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3