- Pemerintah Aceh perpanjang darurat bencana hidrometeorologi hingga 22 Januari 2026 karena kondisi sulit.
- Perpanjangan ini berdasarkan rekomendasi Mendagri untuk mengatasi isolasi dan logistik terbatas.
- Fokus pemulihan mencakup perbaikan infrastruktur, distribusi logistik, dan penyusunan Rencana R3P.
Suara.com - Kondisi pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah Aceh dipastikan belum sepenuhnya pulih. Pemerintah Provinsi Aceh memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat untuk ketiga kalinya, menandakan bahwa upaya penanganan dan pemulihan masih membutuhkan kerja ekstra dan kewenangan khusus.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara resmi menetapkan perpanjangan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Keputusan krusial ini membuat status darurat akan terus berlaku hingga 22 Januari 2026.
"Saya selaku Gubernur Aceh menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 9 hingga 22 Januari 2026," kata Mualem di Banda Aceh, Kamis (8/1/2026).
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Mualem saat memimpin rapat perpanjangan status tanggap darurat yang digelar secara virtual dari Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh di kantor Gubernur. Keputusan ini bukan tanpa dasar yang kuat.
Menurut Mualem, langkah ini diambil setelah melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan didasari oleh Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tertanggal 7 Januari 2026 yang merekomendasikan perpanjangan status tersebut.
Alasan utama di balik perpanjangan ini adalah kondisi faktual di lapangan yang masih sangat menantang.
Mualem memaparkan sejumlah pertimbangan vital, di antaranya masih banyaknya wilayah yang terisolasi akibat akses terputus, keterbatasan produksi logistik di kabupaten/kota terdampak, serta kebutuhan mendesak untuk mempercepat kembali layanan publik dan administrasi pemerintahan yang sempat terganggu.
Dengan perpanjangan status ini, pemerintah memiliki landasan hukum yang kuat untuk terus menggenjot sejumlah agenda prioritas.
Fokus utamanya adalah memastikan pembersihan lingkungan dari sisa-sisa material bencana, kelancaran distribusi bantuan logistik, optimalisasi layanan kesehatan bagi para korban, serta perbaikan cepat akses vital masyarakat.
Baca Juga: Mengais Harapan dengan Kursi Roda: Logistik di Dapur Darurat Pasca-Banjir Aceh
Upaya ini dirancang agar dapat menjangkau hingga ke gampong-gampong (desa) terdampak yang berada di lokasi sulit diakses.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem kembali menyerukan semangat kolaborasi dan kerja bersama. Ia mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), pemerintah kabupaten/kota, jajaran TNI/Polri, para relawan, kalangan dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi mempercepat pemulihan Aceh.
Tujuannya agar aktivitas di sekolah, pemukiman, fasilitas publik, serta roda perekonomian warga dapat segera berputar normal.
Fokus khusus juga diberikan pada pemulihan infrastruktur konektivitas yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
"Saya juga menginstruksikan agar pemulihan jalan dan jembatan di wilayah terdampak segera dilaksanakan, sehingga konektivitas masyarakat dapat kembali normal," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Lebih jauh, Mualem juga telah menginstruksikan seluruh kepala daerah di Aceh untuk bergerak cepat menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Dokumen ini ditargetkan rampung paling lambat pada minggu ketiga Januari 2026 dan akan menjadi cetak biru pelaksanaan pemulihan serta pembangunan kembali Aceh yang lebih baik dan berketahanan terhadap bencana di masa depan.
"Kepada seluruh masyarakat Aceh yang terdampak, kami menyampaikan empati dan dukungan penuh. Pemerintah akan terus hadir, bekerja, dan memastikan proses pemulihan berjalan sebaik-baiknya," kata Mualem.
Berita Terkait
-
Mengais Harapan dengan Kursi Roda: Logistik di Dapur Darurat Pasca-Banjir Aceh
-
Pemulihan Infrastruktur Sukses, Senyum Aceh Balik Kembali
-
Menyambung Nadi, Memulihkan Asa: Wajah Kemanusiaan di Balik Pemulihan Infrastruktur Aceh
-
Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana Sumatra, Cak Imin Dorong Aceh Bangkit Lewat Kopi Gayo
-
Bina Marga Percepat Pemulihan Akses Jalan di Aceh Pascabencana
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot
-
Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga
-
Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah
-
Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan