- Menteri Agama meninjau pembangunan Terowongan Silaturahmi penghubung Istiqlal dan Katedral untuk memastikan kesiapan fungsionalitas optimal.
- Pembangunan difokuskan pada penambahan relief berisi pesan toleransi dan perancangan pintu gerbang berkesan khusus bagi kedua rumah ibadah.
- Diusulkan pula adanya area suvenir di Masjid Istiqlal dan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal-Katedral untuk penguatan makna spiritual.
Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menggelar rapat pembangunan tahap kedua sekaligus melakukan kunjungan lapangan ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan sekaligus kesiapan terowongan agar dapat difungsikan secara optimal bagi masyarakat.
Rapat dan peninjauan lapangan tersebut difokuskan pada dua agenda utama, yakni kelanjutan pembangunan fisik—termasuk pembuatan relief—serta pembahasan rencana pembukaan Terowongan Silaturahmi untuk umum. Kedua hal ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan fungsi edukatif, spiritual, dan sosial dari terowongan tersebut.
Menteri Agama menegaskan pentingnya menghadirkan relief hidup atau diorama di sepanjang terowongan sebagai media penyampaian pesan toleransi antarumat beragama.
"Perlu ada relief atau diorama yang diletakkan di terowongan agar bisa tersampaikan pesan toleransi antar umat," ujar Menag, Jumat (25/12/2025).
Menurut Menag, kekuatan visual dan naratif diperlukan untuk menggambarkan nilai toleransi, persaudaraan, serta sejarah kebersamaan antarumat beragama secara lebih mendalam dan menyentuh.
Selain itu, Menag juga menekankan perlunya pembangunan pintu gerbang terowongan yang dirancang secara khusus agar menghadirkan kesan secret place. Konsep ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol wibawa Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai dua rumah ibadah besar yang menjadi ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.
Dalam rapat tersebut, Menag turut mengusulkan pemanfaatan ruang di basement lantai tiga Masjid Istiqlal sebagai area suvenir. Area ini dapat digunakan untuk penjualan buku, pakaian, dan produk lainnya, dengan hasil penjualan yang diharapkan mampu menopang operasional serta keberlanjutan pengelolaan Terowongan Silaturahmi.
Pengembangan kawasan juga mencakup gagasan wisata lampu artistik di area kanal sekitar terowongan. Penataan pencahayaan ini diharapkan dapat menciptakan suasana estetis yang merepresentasikan dua entitas keagamaan yang berbeda namun berpadu dalam harmoni dan persaudaraan.
Lebih lanjut, Menteri Agama menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas intelektual di kawasan terowongan.
Baca Juga: Anggaran Fantastis Belasan Triliun Rupiah Digelontorkan untuk Guru Keagamaan di 2026
"Perlu ada konsentrasi pada pendalaman makna batin melalui penyediaan ruang-ruang khusus untuk berdialog," ujar Menag.
Sebagai bagian dari penguatan makna dan partisipasi publik, Menag juga mencanangkan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal–Katedral.
"Kita bisa adakan Festival Istiqlal-Katedral, dimana nanti akan menampilkan ciri khas masing-masing sehingga ada kebangkitan spiritual," katanya.
Festival tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan budaya dan spiritual yang mendorong kebangkitan spiritual sekaligus memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.
Dari pihak Gereja Katedral, Marie Elka Pangestu memastikan bahwa dukungan donatur dari tahap pertama pembangunan masih kuat dan berlanjut hingga tahap kedua. Ia juga menyampaikan bahwa desain relief telah disusun dan saat ini tinggal disempurnakan.
Marie turut menyumbangkan ide kreatif untuk memperkaya konten edukasi di terowongan, salah satunya melalui visualisasi narasi sejarah Istiqlal dan Katedral yang merefleksikan nilai toleransi. Konten tersebut dapat berupa video, foto, hingga instalasi interaktif sehingga Terowongan Silaturahmi berfungsi sebagai media edukasi yang kuat bagi publik.
Melalui rapat dan kunjungan ini, pembangunan Terowongan Silaturahmi disebut telah mendekati tahap akhir. Kementerian Agama berharap pembangunan tahap kedua dapat diselesaikan secara optimal agar terowongan ini segera dibuka untuk umum sebagai salah satu ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021