News / Nasional
Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:20 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. (Foto dok. BGN)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua BGN, Nanik Sudaryati, meminta guru sekolah penerima MBG dilibatkan dalam pembelajaran ilmu gizi.
  • Nanik menyampaikan hal ini di Tulungagung pada 10 Januari 2026 terkait Keppres Nomor 28 Tahun 2025.
  • BGN akan bekerja sama dengan Kemendikristek dan melibatkan mahasiswa KKN untuk memperkuat sosialisasi program MBG.

Suara.com - Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan para guru di sekolah-sekolah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) nantinya akan dilibatkan dalam pendidikan dan pembelajaran tentang ilmu gizi.

Penambahan jam pembelajaran ilmu gizi diharapkan bisa meningkatkan pemahaman para siswa tentang nilai gizi dan pemenuhannya. Dengan memahami nilai gizi hidangan MBG, konsumsi makanan para siswa akan semakin optimal.

“Saya kemarin sudah bertemu dengan Dirjen PAUD dan Dikdasmen. Saya meminta agar di sekolah-sekolah nanti ada jam pelajaran gizi,” kata Nanik dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Pengawasan dan Pemantauan Satuan Pelaksanaan Pelayanan Gizi (SPPG) di Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).

Nanik berharap, dengan adanya penambahan jam pelajaran tentang ilmu gizi, pengetahuan siswa menjadi meningkat, sehingga muncul pemahamam dan kesadaran tentang dampak pemenuhan gizi yang baik.

Dengan munculnya kesadaran itu, siswa menjadi suka makan sayur, lauk, buah, dan susu, sehingga jumlah makanan yang terbuang pun bisa dikurangi.

Nanik mengungkapkan hal itu ketika menjelaskan tentang Keputusan Presiden (Keppres) nomor 28 tahun 2025, tentang pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG.

Tim Koordinasi yang terdiri dari 17 Kementerian dan Lembaga itu diketuai Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, sementara Nanik dipercaya menjadi Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi.

Menu MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Suara.com/Lilis)

“Jadi, berdasarkan Keppres 18 tahun 2025, BGN tidak lagi bekerja sendiri dalam mengelola program MBG,” ujarnya.

Termasuk juga dalam upaya sosialisasi gizi dan pemenuhan gizi. Jika selama ini pendidikan gizi dilaksanakan Kepala SPPG di sekolah-sekolah penerima manfaat secara berkala, nanti para guru dilibatkan dan bahkan mendapat peran utama dalam pemberian ilmu gizi di sekolah-sekolah mereka.

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Dimulai Serempak 8 Januari 2026, Simak Jadwal Persiapan dari BGN

Lebih lanjut, ia mengatakan telah bertemu dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie untuk menjajaki kerja sama dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Rencananya BGN akan menggelar kerja sama riset tentang berbagai aspek pelaksanaan MBG, dengan para Pakar Pangan, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat dari Perguruan Tinggi. BGN juga akan melibatkan para mahasiswa yang sedang melaksanakan program KKN menjadi penyuluhan gizi di desa-desa KKN mereka.

Load More