- Menteri Keuangan memprediksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) cepat serap anggaran kuartal pertama 2026.
- Anggaran MBG tahun 2026 dialokasikan Rp 335 triliun, disalurkan melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
- Per Desember 2025, program MBG telah menyerap Rp 51,5 triliun dan melayani 56,13 juta penerima.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi kalau Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program yang paling cepat menyerap anggaran di kuartal pertama alias periode Januari hingga Maret 2026.
Menkeu Purbaya menyebut kalau program yang dibawahi Badan Gizi Nasional (BGN) itu pasti bakal menyerap karena sudah melakukan banyak belanja anggaran sejak awal tahun.
"MBG lah. Dugaan saya MBG sudah belanja. Pasti dia sudah belanja banyak," kata Purbaya usai ditemui di konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Lebih lagi saat ini sekolah juga mulai kembali beraktivitas. Purbaya meyakini BGN bakal paling cepat menyerap anggaran untuk program MBG.
"Saya yakin MBG duluan karena sudah jalan kan sekolahnya," jelasnya.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah mengalokasikan Rp 335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp 268 triliun. Sementara Rp 67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.
Di sisi lain Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono melaporkan Program MBG menyerap anggaran sebesar Rp 51,5 triliun per 31 Desember 2025. Ini setara 72,5 persen dari pagu Rp 71 triliun pada APBN 2025.
Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.
Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
Tag
Berita Terkait
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat
-
Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri
-
Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!
-
Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja