Bisnis / Makro
Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:36 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan memprediksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) cepat serap anggaran kuartal pertama 2026.
  • Anggaran MBG tahun 2026 dialokasikan Rp 335 triliun, disalurkan melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
  • Per Desember 2025, program MBG telah menyerap Rp 51,5 triliun dan melayani 56,13 juta penerima.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi kalau Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program yang paling cepat menyerap anggaran di kuartal pertama alias periode Januari hingga Maret 2026.

Menkeu Purbaya menyebut kalau program yang dibawahi Badan Gizi Nasional (BGN) itu pasti bakal menyerap karena sudah melakukan banyak belanja anggaran sejak awal tahun.

"MBG lah. Dugaan saya MBG sudah belanja. Pasti dia sudah belanja banyak," kata Purbaya usai ditemui di konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Lebih lagi saat ini sekolah juga mulai kembali beraktivitas. Purbaya meyakini BGN bakal paling cepat menyerap anggaran untuk program MBG.

"Saya yakin MBG duluan karena sudah jalan kan sekolahnya," jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah mengalokasikan Rp 335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp 268 triliun. Sementara Rp 67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Di sisi lain Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono melaporkan Program MBG menyerap anggaran sebesar Rp 51,5 triliun per 31 Desember 2025. Ini setara 72,5 persen dari pagu Rp 71 triliun pada APBN 2025.

Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.

Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.

Baca Juga: Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak

Load More