- Genangan banjir di Tokyo Hub PIK 2 Jakarta Utara pada Senin (12/1/2026) disebabkan hujan intensitas tinggi.
- Sistem drainase berfungsi baik menyebabkan genangan air surut dan normal kembali sekitar pukul 17.00 WIB.
- Peristiwa ini tidak menimbulkan laporan gangguan berarti; area parkir langsung dapat digunakan kembali oleh pengunjung.
Suara.com - Genangan banjir yang sempat mengisi area parkir mobil dan sepeda motor di Tokyo Hub, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026), berhasil surut dalam waktu relatif singkat,
Banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut sempat menggenangi sejumlah kendaraan di area parkiran.
Meski demikian, berkat sistem drainase yang berfungsi dengan baik, air berangsur surut dan kondisi kembali normal sekitar pukul 17.00 WIB.
Pantauan di lokasi menunjukkan area parkir sudah dapat digunakan kembali. Sejumlah mobil dan sepeda motor yang sebelumnya terendam masih terparkir rapi di area tersebut, tanpa menghambat aktivitas di kawasan Tokyo Hub.
Tidak terdapat laporan gangguan berarti maupun korban dalam peristiwa ini. Surutnya genangan dalam waktu cepat mencerminkan kesiapan infrastruktur kawasan dalam menghadapi curah hujan tinggi.
Banjir yang surut dengan cepat ini mengundang decak kagum netizen. “Tadi FYP banyak yang hujat PIK banjir, padahal wajar, semua tempat juga pasti bisa banjir kalau hujan terus-menerus.
Tapi pertanyaannya seberapa cepat banjir itu surut, apakah semua daerah sama kecepatan surut banjirnya? Oh, tentu tidak,” kata pemilik akun @aries_khair.
“Drainasenya ok bgt emang,” kata @alifmuchlisinartspace. “Bisa tuh pemerintah studi banding ke PIK,” tambah @fl_leewrsxky_2788. “Emang cepat bngt surutnya,” kata @ryo_sambiland.08
Hingga sore hari, aktivitas di Tokyo Hub kembali berjalan normal dan pengunjung mulai beraktivitas seperti biasa.
Baca Juga: Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
Berita Terkait
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya