- Sosiolog Ahmad Humam Hamid menyoroti peran penting Sufmi Dasco Ahmad dalam percepatan penanganan pascabencana di Aceh.
- Titik balik penanganan terjadi saat Dasco memimpin rapat koordinasi dengan pejabat pusat pada 30 Desember 2025.
- Peran Dasco adalah menjembatani politik nasional dan kebutuhan riil masyarakat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi.
Hal ini sangat penting mengingat masyarakat Aceh memiliki standar keberhasilan yang pragmatis: apakah akses jalan pulih, jembatan tersambung, dan layanan publik berjalan kembali.
Pragmatisme Aceh ini, lanjut Humam, menjelaskan mengapa peran tokoh pusat seperti Dasco menjadi sangat relevan.
Aceh tidak memerlukan retorika, melainkan hasil nyata yang mampu mengakhiri fase darurat dan memulai tahap pemulihan jangka panjang.
Saat ini, tantangan terbesar adalah memastikan fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) tidak terjebak dalam birokrasi yang melelahkan.
Ketika fase Rehab-Rekon benar-benar dimulai, urusan akan jauh lebih kompleks. Pemulihan infrastruktur hanyalah fondasi.
Tantangan nyata ada pada penyediaan ribuan rumah layak huni bagi keluarga terdampak dan penguatan ekonomi lokal. Nelayan, petani, dan pelaku UMKM membutuhkan kepastian distribusi dan bantuan modal agar ekonomi Aceh tidak lumpuh total.
"Kalau ditinjau keseluruhan proses yang berjalan, peran Dasco adalah variabel penting. Dia menjaga langkah pemerintah pusat dan DPR tidak berjalan sendiri-sendiri. Dia juga bisa memastikan politik anggaran berpihak pada kebutuhan lapangan."
Menurutnya, tanpa figur sentral yang mampu mengonsolidasikan kekuatan politik dan eksekutif, risiko tumpang tindih program dan keterlambatan anggaran akan terus menghantui.
Fenomena Aceh menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, politik justru bisa menjadi alat percepatan, bukan penghambat.
Baca Juga: BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
Tag
Berita Terkait
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Pemerintah Siapkan Skema Kompensasi Rumah untuk Percepat Pengurangan Pengungsi Pascabencana Sumatra
-
DPR dan Pemerintah Pacu Pemulihan Bencana Sumatra, Target Normal Sebelum Ramadhan 2026
-
Dasco Persilakan Tito Lanjut Pimpin Pemulihan Aceh: DPR Fokus Anggaran dan Mengawasi
-
Dasco Pimpin Rapat di Aceh: Minta Pendataan Rumah Rusak Dikebut Sepekan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Geger Jasad Pria Misterius di TPU Bekasi Barat, Diduga Korban Pembunuhan
-
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
-
Tragis! Banjir Cilincing Telan 3 Korban Jiwa, Anak Temukan Ayah-Ibunya Tewas Tersengat Listrik
-
Pedagang Cilok di Jakarta Barat Tega Tusuk Teman Seprofesi, Polisi Masih Dalami Motif
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya
-
Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!
-
Wajahnya Terekam Jelas! Begal Payudara Sasar Pelajar SMP di Jakbar, Korban Sampai Trauma
-
Dewas KPK Nyatakan Istri Tersangka Kasus K3 Bersalah, Dihukum Minta Maaf Secara Terbuka
-
Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta