- Cuaca ekstrem menyebabkan banjir besar di Tangerang, merendam ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
- BPBD Kabupaten Tangerang mencatat 50.000 jiwa di enam kecamatan terdampak, dengan fokus evakuasi di Kosambi.
- Sebanyak 1.000 jiwa berhasil dievakuasi, sementara BPBD mengimbau warga waspada dan segera melapor kondisi darurat.
Suara.com - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangerang telah memicu bencana banjir berskala besar, melumpuhkan aktivitas di sejumlah area dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, merilis data terbaru yang menunjukkan dampak masif dari bencana hidrometeorologi ini.
Sedikitnya 50.000 jiwa yang tersebar di enam kecamatan dilaporkan menjadi korban terdampak banjir. Keenam kecamatan tersebut adalah Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan. Genangan air dengan ketinggian bervariasi telah merendam ribuan rumah dan akses jalan utama.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, memberikan rincian data terkini mengenai jumlah warga yang terdampak. Menurutnya, angka tersebut mencakup puluhan ribu jiwa dari sekitar 10.000 kepala keluarga.
"Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini kurang lebih ada kurang lebih 10.000 kepala keluarga (KK), meliputi kurang lebih 45-50 ribu jiwa," katanya saat dikonfirmasi di Tangerang, Selasa (13/1/2026).
Di tengah kepungan air, prioritas utama tim gabungan adalah mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi-lokasi paling rawan. Data sementara menunjukkan bahwa sekitar 1.000 jiwa telah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti posko pengungsian yang telah disiapkan.
"Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang dari Kosambi telah mengungsi. Namun, kami masih melakukan pendataan," kata Taufik sebagaimana dilansir Antara.
Dari 18 titik lokasi yang terendam, kondisi genangan air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai ketinggian kritis 80 sentimeter.
Kecamatan Kosambi dilaporkan menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah, sehingga proses evakuasi difokuskan di area tersebut untuk meminimalisir risiko.
Baca Juga: BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
"Evakuasi kurang lebih tidak terlalu banyak, khususnya yang ada di Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang," ujarnya, menegaskan fokus penanganan di wilayah terparah.
Menghadapi situasi darurat ini, BPBD Kabupaten Tangerang telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama berbagai instansi terkait.
Sinergi ini bertujuan untuk memastikan proses penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pendataan, hingga distribusi bantuan logistik bagi para korban dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Ahmad Taufik juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan ancaman banjir susulan yang bisa dipicu oleh luapan aliran sungai.
Partisipasi aktif dari warga juga sangat diharapkan. Masyarakat diminta untuk tidak ragu melaporkan setiap perkembangan situasi atau kondisi darurat di lapangan kepada petugas. Laporan cepat dari warga akan sangat mendukung upaya penanganan yang lebih responsif dan efektif.
BPBD memastikan kesiapsiagaan penuh dari seluruh personel dan sumber daya yang ada untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Dan kami dari pemerintah, dalam hal ini BPBD, selalu siaga. Kami ada 14 pos damkar, termasuk di dalamnya adalah membantu bencana. Jadi kami selalu siap untuk membantu masyarakat," kata dia.
Berita Terkait
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
-
Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik
-
Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
-
Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan