- Habib Rizieq menuding komedi tunggal Pandji Pragiwaksono di Netflix berjudul 'Mens Rea' telah menista agama Islam.
- Pernyataan keberatan tersebut disiarkan melalui YouTube Islamic Brotherhood Television pada Selasa, 13 Januari 2025.
- Ia menuntut Pandji meminta maaf dan meminta Netflix menghapus materi yang membahas ibadah salat.
Suara.com - Ketegangan antara dunia komedi dan nilai-nilai religius kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab, menuding materi komedi tunggal Pandji Pragiwaksono bertajuk 'Mens Rea' yang ditayangkan di platform streaming global, Netflix, menista agama Islam.
Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal YouTube 'Islamic Brotherhood Television' pada Selasa (13/1/2025), Habib Rizieq mengungkapkan keberatannya terhadap bagian materi yang membahas tentang ibadah salat.
Apa yang dianggap menista?
Sementara pihak FPI memerinci beberapa poin materi dalam 'Mens Rea' yang dianggap bermasalah.
Salah satunya adalah narasi Pandji yang mempertanyakan relevansi memilih pemimpin berdasarkan ketaatan beribadah, khususnya shalat.
Selain itu, analogi-analogi yang digunakan Pandji—termasuk candaan mengenai shalat safar dan perapihan saf saat terjadi turbulensi pesawat—dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.
Mendukung Kritik Politik, Menolak Penistaan
Meski HRS dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah, ia memberikan batasan tegas bahwa agama tidak boleh dijadikan bahan olok-olok dalam komedi.
Habib Rizieq mengawali tanggapannya dengan mengingatkan para komedian agar tetap pada koridor profesionalisme, tanpa mencampuradukkan urusan fatwa atau materi agama jika tidak memiliki kapasitas di bidang tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD Pastikan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dipidana Gegara Roasting Gibran
"Karena si pelawak ini ngomong soal salat, netizen banyak bela dia. Hati-hati kalau mau cari duit dari lawakanmu. Cari duitlah dari lawakanmu. Kau mau jadi komedian, ya komedianlah, tapi enggak usah bawa-bawa agama. Enggak usah pakai kasih fatwa. Kau bukan ulama, ustaz juga bukan," kata Habib Rizieq dalam video itu.
Pernyataan Habib Rizieq ini menarik perhatian publik karena ia menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berpendapat, terutama yang bersifat kritik terhadap penguasa.
Menurutnya, mengkritik presiden, menteri, hingga pejabat negara adalah hal yang lumrah dan dipersilakan dalam ruang demokrasi.
Namun, kebebasan tersebut dianggapnya melampaui batas jika sudah menyentuh ranah sakralitas agama.
"Silakan kalau kau mau kritik presiden, pejabat. Bahkan mengkritik ulama kalau memang ulama itu salah, kritik. Tapi jangan pernah sekali-kali menistakan agama," kata Habib Rizieq.
Ia memperingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam fanatisme buta yang membuat mereka tutup mata terhadap dugaan penghinaan agama hanya karena menyukai kritik politik sang komika.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Pastikan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dipidana Gegara Roasting Gibran
-
Mahfud MD Jamin Lolos, Kenapa Stand Up Mens Rea Pandji Pragiwaksono Sulit Dijerat KUHP Baru?
-
One Piece Season 2 Rilis Trailer Baru, Baroque Works Buru Kru Topi Jerami
-
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
-
Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas