- Empat oknum anggota Polri di Madiun, Jawa Timur, diduga terlibat penyalahgunaan dan peredaran sabu, berawal penangkapan HD di Kabupaten Madiun.
- Kasus ini ditangani berlapis: pidana oleh Polres Madiun dan kode etik oleh Polres Madiun Kota setelah tes urine positif.
- Polres Madiun Kota dan Polres Madiun berkomitmen menindak tegas para anggota yang terbukti melanggar hukum tersebut.
Suara.com - Komitmen kepolisian dalam menindak penyalahgunaan narkotika kembali diuji setelah empat oknum anggota Polri di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan sabu. Kasus ini kini ditangani secara berlapis melalui jalur pidana dan kode etik profesi.
Pengungkapan perkara bermula dari penangkapan seorang oknum anggota Polres Madiun Kota berinisial HD oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun. Dari tangan HD, polisi mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 8,4 gram di wilayah Kabupaten Madiun.
Pengembangan kasus tersebut kemudian menyeret tiga anggota Polres Madiun Kota lainnya, yakni AG, DY, dan DN. Ketiganya turut diamankan setelah diduga memiliki keterkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
"Setelah dilakukan tes urine, hasilnya dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu," ujar Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara kepada wartawan, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
Kemas menjelaskan, penanganan perkara dibagi berdasarkan kewenangan hukum yang berlaku. Proses pidana atas dugaan tindak pidana narkotika ditangani oleh Polres Madiun karena lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Madiun. Sementara itu, proses penegakan kode etik dan disiplin sebagai anggota Polri menjadi kewenangan Polres Madiun Kota.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriadi membenarkan keterlibatan anggota di jajarannya dan menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
"Tindakan tegas akan dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam pemberantasan narkoba. Anggota tersebut sudah ditindak secara pidana oleh Polres Madiun. Sementara Polres Madiun Kota menindaklanjuti melalui proses kode etik Polri," kata Wiwin.
Berdasarkan data internal kepolisian, Satuan Resnarkoba Polres Madiun Kota mencatat satu anggota terlibat kasus narkotika sepanjang 2025 dan telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).
Sementara itu, Satuan Resnarkoba Polres Madiun mencatat empat anggota terlibat perkara serupa dan juga telah diproses melalui sidang KKEP pada periode yang sama.
Baca Juga: Fakta BAP, Ammar Zoni Disebut Jadi 'Gudang' Sabu di Rutan dengan Imbalan Upah Rp100 Ribu Per Gram
Kapolres menegaskan, penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian serius institusinya karena tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai integritas Polri sebagai aparat penegak hukum.
Berita Terkait
-
Fakta BAP, Ammar Zoni Disebut Jadi 'Gudang' Sabu di Rutan dengan Imbalan Upah Rp100 Ribu Per Gram
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Polda Metro Gerebek Clandestine Lab Etomidate di Greenbay Pluit, WNA Tiongkok Jadi Peracik!
-
Sering Disebut Saat Razia Ternyata Ini Arti Tilang dan Asal Usul Istilahnya
-
Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan
-
Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan