News / Nasional
Jum'at, 16 Januari 2026 | 17:35 WIB
Foto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa]
Baca 10 detik
  • Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengaitkan bencana banjir Sumatra November 2025 dengan konsesi perusahaan rusak lingkungan.
  • JATAM menyoroti koneksi elite politik seperti Surya Paloh, keluarga Bakrie, dan lingkaran Prabowo di lokasi terdampak.
  • Keterkaitan para aktor kekuasaan ekonomi-politik tersebut diprediksi menghambat evaluasi izin dan penegakan hukum lingkungan.

JATAM juga memaparkan adanya konsesi kehutanan dan energi skala raksasa yang dikaitkan dengan lingkaran Presiden Prabowo Subianto.

Meski nama Prabowo tidak tercantum secara langsung dalam struktur perusahaan saat ini, sebuah fakta yang juga ditegaskan oleh adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang membantah keterlibatan sang presiden, JATAM menunjuk pada bukti historis dan jejak orang-orang terdekatnya.

Salah satu perusahaan yang disorot adalah PT Tusam Hutani Lestari, yang menguasai konsesi seluas lebih dari 100 ribu hektare di Aceh.

"Tetapi kalau kita cek dokumen-dokumen awalnya, sejarahnya memang Prabowo lah yang membeli PT Tusam Hutani Lestari ini. Dan dalam struktur pengurus berikutnya sampai sekarang yang duduk di struktur perusahaan adalah orang-orang yang notabene ini orang-orang dekatnya Prabowo, termasuk ada nama Prosetio Hadi," ungkap Melky.

Menurut JATAM, kuatnya relasi ekonomi-politik para aktor inilah yang menjadi tembok penghalang bagi penegakan hukum. Proses evaluasi izin dan pemberian sanksi terhadap perusahaan perusak lingkungan berpotensi besar akan tebang pilih dan menemui jalan buntu.

"Ini saya kira mengapa kemudian dalam proses evaluasi dan penegakkan hukum terkait biang kerok penyebab banjir di provinsi Sumatera kemarin, pasti akan menemukan jalan butuh. Karena mereka yang terlibat adalah aktor-aktor yang punya kekuasaan ekonomi politik yang besar dan mereka ada di lingkaran Istana," ucap Melky.

Load More