- Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengaitkan bencana banjir Sumatra November 2025 dengan konsesi perusahaan rusak lingkungan.
- JATAM menyoroti koneksi elite politik seperti Surya Paloh, keluarga Bakrie, dan lingkaran Prabowo di lokasi terdampak.
- Keterkaitan para aktor kekuasaan ekonomi-politik tersebut diprediksi menghambat evaluasi izin dan penegakan hukum lingkungan.
JATAM juga memaparkan adanya konsesi kehutanan dan energi skala raksasa yang dikaitkan dengan lingkaran Presiden Prabowo Subianto.
Meski nama Prabowo tidak tercantum secara langsung dalam struktur perusahaan saat ini, sebuah fakta yang juga ditegaskan oleh adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang membantah keterlibatan sang presiden, JATAM menunjuk pada bukti historis dan jejak orang-orang terdekatnya.
Salah satu perusahaan yang disorot adalah PT Tusam Hutani Lestari, yang menguasai konsesi seluas lebih dari 100 ribu hektare di Aceh.
"Tetapi kalau kita cek dokumen-dokumen awalnya, sejarahnya memang Prabowo lah yang membeli PT Tusam Hutani Lestari ini. Dan dalam struktur pengurus berikutnya sampai sekarang yang duduk di struktur perusahaan adalah orang-orang yang notabene ini orang-orang dekatnya Prabowo, termasuk ada nama Prosetio Hadi," ungkap Melky.
Menurut JATAM, kuatnya relasi ekonomi-politik para aktor inilah yang menjadi tembok penghalang bagi penegakan hukum. Proses evaluasi izin dan pemberian sanksi terhadap perusahaan perusak lingkungan berpotensi besar akan tebang pilih dan menemui jalan buntu.
"Ini saya kira mengapa kemudian dalam proses evaluasi dan penegakkan hukum terkait biang kerok penyebab banjir di provinsi Sumatera kemarin, pasti akan menemukan jalan butuh. Karena mereka yang terlibat adalah aktor-aktor yang punya kekuasaan ekonomi politik yang besar dan mereka ada di lingkaran Istana," ucap Melky.
Berita Terkait
-
Pemerintah Cuma Mikir Cuan, JATAM: Sumatra Akan Tetap Diterpa Bencana Meski Tak Ada Hujan Ekstrem
-
Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
-
Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN