- Menteri PU Dody Hanggodo mengusulkan anggaran pemulihan infrastruktur terdampak bencana di Sumatra mencapai Rp74 triliun.
- Usulan anggaran Rp74 triliun tersebut telah disusun Kementerian PU dan akan diajukan ke Kepala Bappenas.
- Prosedur pengajuan mencakup peninjauan Bappenas dan persetujuan Dewan Pengarah sebelum ke Menteri Keuangan.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memberikan penjelasan terkait alokasi anggaran yang diperlukan untuk memulihkan infrastruktur di tiga provinsi wilayah Sumatra yang terdampak bencana.
Meski sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut estimasi awal sebesar Rp51,8 triliun, angka tersebut kini mengalami penyesuaian.
Dody menjelaskan bahwa berdasarkan usulan proposal yang tengah disusun oleh Kementerian PU, nilai anggaran yang dibutuhkan meningkat hingga menyentuh angka Rp74 triliun.
"Khusus anggaran, sebetulnya rencana, rencana proposal kita itu Rp 74-an (triliun) lah, hampir 74 sebenarnya," ujar Dody saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Jumat (16/1/2026).
Dalam upaya merealisasikan pendanaan tersebut, Kementerian PU diwajibkan menyusun rencana induk secara komprehensif.
Dokumen ini nantinya akan diserahkan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, untuk melalui proses peninjauan atau reviu.
Tahap selanjutnya, usulan akan dibawa ke hadapan Dewan Pengarah guna mendapatkan persetujuan resmi.
"Dewan Pengarah itu ada BPK, Menko PMK, dan seterusnya. Setelah itu baru kita meminta anggaran kepada Menteri Keuangan,” jelas Dody mengenai prosedur birokrasi yang harus dilewati.
Dody mengungkapkan bahwa saat ini dokumen rencana induk tersebut telah selesai disusun dan hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi berupa tanda tangan dari para Direktur Jenderal (Dirjen) di lingkungan Kementerian PU.
Baca Juga: Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi
"Jadi per hari ini surat sudah kami siapkan, karena rencana induk sebetulnya sudah selesai. Tinggal para Dirjen ini kan banyak juga yang di lapangan, jadi ngejar-ngejar tanda tangan mereka semua saja, sisa itu saja," ungkapnya.
Pihaknya memastikan bahwa segera setelah proses penandatanganan kolektif selesai, berkas tersebut akan langsung diteruskan ke Bappenas untuk segera ditindaklanjuti.
"Begitu tanda tangan lengkap, langsung kami kirimkan proposal rencana induk kita ke Kepala Bappenas untuk diproses lebih lanjut," pungkas Dody.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi