- Wakil Ketua BAM DPR RI, Adian Napitupulu, meninjau tambang emas PT Antam Pongkor Bogor terkait enam kematian dan beberapa warga hilang.
- Enam korban meninggal adalah gurandil yang diduga kehabisan oksigen akibat asap putih tebal di terowongan tambang.
- Adian meminta tim rescue PT Antam segera evakuasi korban hilang dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, kejadian sejak Selasa.
Suara.com - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, meninjau langsung lokasi timbulan asap putih tebal di area tambang emas PT Antam Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat baru-baru ini, menyusul laporan meninggalnya enam warga serta hilangnya sejumlah warga lainnya.
Wasekjen PDIP ini menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, yakni Firman, Asri, Soni, Barok, Deni, dan Adun.
Para korban diketahui beraktivitas sebagai gurandil dan diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah terpapar asap putih yang memenuhi terowongan tambang.
Selain korban meninggal, Adian mengungkapkan masih terdapat sejumlah warga yang hingga kini belum ditemukan. Berdasarkan laporan masyarakat, korban yang dilaporkan hilang antara lain Jaka, Edi, Isep, Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam.
Sekitar seribu warga Desa Urug sebelumnya mendatangi Kantor Desa untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan atas peristiwa tersebut kepada Adian Napitupulu bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Doni Hutabarat.
Dalam pertemuan tersebut, Legislator Dapil Jabar V ini memastikan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang belum ditemukan, merupakan warga Desa Urug dan sekitarnya.
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Adian langsung bergerak ke lokasi sumber asap putih yang menutup jalur terowongan tambang. Dari hasil peninjauan lapangan, ia menyebut kondisi asap sangat pekat dan berbahaya.
“Kalau kita mendekat ke lokasi, kondisinya mirip asap fogging, tetapi jumlahnya sangat banyak dan berbahaya,” ujar Adian di lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Adian meminta tim rescue PT Antam untuk segera melakukan langkah-langkah pencarian dan evakuasi terhadap warga yang masih belum ditemukan. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Fakta Pahit! Sempat Dibantah Polisi, Kades Bangun Jaya Benarkan 6 Warganya Tewas di Lubang Pongkor
“Terlepas dari status mereka, ini adalah manusia. Ini soal kemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kejadian ini sudah berlangsung sejak hari Selasa hingga Kamis malam,” tegas Adian.
Hingga Kamis malam lalu, proses penelusuran masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, meski terkendala keterbatasan oksigen di dalam terowongan.
Berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, warga yang belum ditemukan diduga masih berada di bagian atas lubang terowongan tambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
BMKG Waspada Cuaca Ekstrem: Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang Hampir di Semua Provinsi
-
Prediksi Cuaca Hari Ini, Minggu 18 Januari: Jabodetabek Waspada Hujan Deras
-
SIPSS Polri 2026: Jadwal, Syarat, Link Pendaftaran dan Daftar Jurusan
-
Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor
-
Dirut IAT: Ada 7 Kru Pesawat ATR 42 yang Hilang di Maros
-
Antisipasi Banjir Rob hingga 20 Januari, Ancol Siagakan 68 Pompa Air
-
Menteri KKP: Tiga Personel PSDKP Hilang di Balik Kabut Maros
-
Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam untuk Halau Hujan Jakarta
-
Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru