- BGN klaim sidak rutin berhasil tingkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis.
- Dapur pelanggar diberi waktu dua minggu untuk perbaikan atau ditutup sementara.
- Sidak berdampak positif pada perbaikan infrastruktur dapur dan kualitas makanan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim kualitas program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus membaik berkat adanya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan secara rutin ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG di berbagai daerah.
Tenaga Ahli Investigasi BGN, Herman Susilo, mengatakan sidak terhadap dapur SPPG telah dilakukan sejak awal operasional MBG pada Januari 2025 dan berlanjut secara berkala hingga saat ini.
“Pelaksanaan sidak ini sebenarnya sudah dimulai sejak MBG operasional pertama di bulan Januari 2025, dan itu berlangsung rutin di seluruh wilayah,” kata Herman usai lakukan sidak di empat SPPG di area Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (19/1/2026).
Herman menjelaskan, setiap sidak selalu disertai catatan evaluasi yang wajib ditindaklanjuti oleh pengelola SPPG dalam jangka waktu tertentu. BGN memberikan tenggat maksimal dua minggu untuk melakukan perbaikan.
“Jika dalam dua minggu itu tidak dilaksanakan, maka operasional kami tutup sementara. Itu sudah menjadi standar kami,” tegasnya.
Meski demikian, Herman menilai secara umum para pelaksana program di lapangan menunjukkan respons yang positif terhadap hasil evaluasi tersebut. Ia menyebut sudah terjadi perbaikan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu.
Secara spesifik, hasil sidak juga berdampak langsung terhadap kualitas produk MBG, terutama dari sisi infrastruktur dapur sebagai pusat produksi utama makanan.
“Kalau kita lihat dari sisi infrastruktur dapur, hasil sidak ini tentu meningkatkan kualitas dapur. Karena inilah tempat produksi utamanya. Kalau dikaitkan dengan hasil produksi MBG, tentu ini sangat berkembang,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah wilayah yang sebelumnya belum memenuhi standar kini sudah menunjukkan peningkatan yang cukup baik setelah dilakukan pembinaan dan pengawasan berkelanjutan.
Baca Juga: BGN Sidak Dapur MBG, Atap Sejumlah SPPG Belum Sesuai SOP
Herman juga menyampaikan pesan kepada para pengelola SPPG agar tetap konsisten menjalankan operasional dapur sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Pastikan pengelolaan dapur SPPG sesuai dengan standar yang sudah kami tentukan. Juknis yang kami susun itu sudah mengacu pada standar keamanan pangan, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurut Herman, kepatuhan terhadap standar tersebut menjadi kunci utama untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas MBG bagi para penerima manfaat. Namun, ia menegaskan BGN tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal