News / Metropolitan
Senin, 19 Januari 2026 | 18:35 WIB
Bus listrik, transportasi Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • WRI Indonesia membuka Bootcamp FIRST di Jakarta pada 19 Januari 2026 untuk percepatan dekarbonisasi transportasi nasional.
  • Kemenhub telah memiliki roadmap dekarbonisasi transportasi sejak 2023 melalui Permenhub Nomor 8 Tahun 2023.
  • Program Buy The Service diterapkan untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Suara.com - World Resources Institute (WRI) Indonesia, dengan dukungan program UK PACT, resmi membuka Bootcamp Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST) di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Senin (19/1/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara WRI Indonesia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, dan British Embassy Jakarta, yang bertujuan mencetak inovator muda dari kalangan mahasiswa untuk mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional secara berkelanjutan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Tatan Rustandi, menegaskan bahwa transformasi transportasi ramah lingkungan telah dipertegas melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 8 Tahun 2023.

Kebijakan tersebut menjadi peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi, mencakup transportasi darat, kereta api, laut, hingga udara, dengan fokus pada efisiensi energi dan peningkatan kualitas udara.

“Kementerian Perhubungan itu sudah berinisiatif 2023 melahirkan Keputusan Menteri Nomor 8 Tahun 2023 tentang roadmap dekarbonisasi sektor transportasi. Dalam roadmap itu ada perencanaan membangun transportasi yang ramah lingkungan dan energi yang efisien,” ujar Tatan.

Transportasi Publik Jadi Kunci Perubahan Perilaku

Implementasi kebijakan dekarbonisasi paling nyata terlihat di sektor transportasi darat, salah satunya melalui modernisasi angkutan umum dengan skema Buy The Service (BTS).

Program BTS telah diterapkan melalui layanan seperti BisKita di Depok, Trans Pakuan di Bogor, dan Trans Patriot di Bekasi, yang disubsidi pemerintah untuk menciptakan layanan angkutan umum yang terintegrasi dan nyaman.

Menurut Tatan, tujuan utama program ini bukan sekadar menyediakan moda transportasi, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat dalam bermobilitas.

“At least konsep utamanya adalah mengalihkan orang naik motor, naik kendaraan pribadi dengan angkutan umum,” jelasnya.

Baca Juga: Aksesibilitas Bukan Aksesori: Mewujudkan Keamanan bagi Penumpang Rentan di Transportasi Umum

Kesetaraan Layanan Jakarta dan Daerah Penyangga

Selain teknologi dan moda transportasi, Kemenhub juga memberi perhatian besar pada kesetaraan akses transportasi antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB), Tatan menilai pembangunan transportasi harus dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.

“Bodetabek sama Jakarta membangun transportnya harus setara. Setara itu misalkan orang Bogor mau ke Jakarta, ke stasiunnya harus ada layanan angkutan. Makanya ada BTS yang setara dan nyaman,” ujarnya.

Laut dan Udara Ikut Didorong Lewat Bahan Bakar Alternatif

Upaya dekarbonisasi tidak berhenti di transportasi darat. Pemerintah juga mendorong riset dan pengembangan bahan bakar alternatif non-fosil untuk sektor laut dan udara.

Load More