- Seorang ibu paruh baya diserang buaya muara raksasa saat mencari rumput di tepi Waduk Persemaian, Tarakan, Senin (1/12/2025).
- Personel SDM Polres Tarakan yang sedang latihan fisik sigap menyelamatkan korban dari gigitan buaya sepanjang sekitar 3 meter tersebut.
- Korban mengalami patah tulang betis kaki kanan akibat serangan tersebut dan segera dibawa ke RSU Kota Tarakan untuk perawatan intensif.
Suara.com - Suasana tenang di sekitar Waduk Persemaian, Tarakan, Kalimantan Utara, seketika pecah oleh jeritan histeris pada Senin (1/12/2025) sore. Seorang ibu paruh baya yang tengah asyik mencari rumput di tepi waduk, tiba-tiba menjadi target serangan brutal seekor buaya muara berukuran raksasa.
Kaki kanannya dicengkeram kuat oleh rahang predator ganas itu, menariknya perlahan ke arah air. Dalam situasi antara hidup dan mati, teriakan minta tolong menjadi satu-satunya harapan.
Beruntung, jeritan memilukan itu terdengar oleh sejumlah personel Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Tarakan yang kebetulan sedang menggelar latihan pembinaan fisik untuk para calon siswa (casis) Polri tak jauh dari lokasi. Tanpa pikir panjang, mereka langsung berlari menuju sumber suara.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tarakan, Iptu Rusli, membenarkan kronologi kejadian nahas tersebut.
"Kejadian bermula ketika korban yang identitasnya belum diketahui sedang mengambil rumput di tepi Waduk Persemaian untuk pakan ternak sapi," kata Iptu Rusli dalam keterangan tertulis yang diterima di Tarakan, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban lengah.
"Saat sedang beraktivitas, tiba-tiba korban diterkam seekor buaya dan sempat berteriak meminta pertolongan warga sekitar," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Melihat pemandangan mengerikan di depan mata, para personel polisi itu tidak gentar. Dengan sigap dan penuh perhitungan, mereka langsung berupaya menyelamatkan nyawa sang ibu.
Aksi heroik pun terjadi, di mana para abdi negara itu berjuang melepaskan gigitan buaya yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter dengan lebar tubuh mencapai 40 sentimeter.
Baca Juga: Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
Setelah melalui perjuangan yang menegangkan, cengkeraman buaya pada kaki korban akhirnya berhasil dilepaskan. Korban yang sudah dalam kondisi lemas dan terluka parah segera dievakuasi menjauh dari bibir air.
Tanpa membuang waktu, personel Bag SDM langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) menggunakan kendaraan dinas mereka untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Akibat serangan buas tersebut, korban dipastikan mengalami luka yang sangat serius. Gigitan kuat sang predator menyebabkan patah tulang pada bagian betis kaki kanannya. Hingga berita ini diturunkan, korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pihak kepolisian dan otoritas terkait mengimbau keras kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar Waduk Persemaian dan area perairan lainnya di Tarakan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Wilayah tersebut dikenal sebagai habitat buaya, dan kelengahan sedikit pun bisa berakibat fatal.
Berita Terkait
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Drama 2 Jam di Sawah Bekasi: Damkar Duel Sengit Lawan Buaya Lepas, Tali Sampai Putus
-
Diduga Peliharaan Lepas, Damkar Bekasi Evakuasi Buaya Raksasa di Sawah Bantargebang Selama Dua Jam
-
Geger! Buaya Besar Muncul di Sawah Warga Bantargebang, Damkar Sampai Turun Tangan
-
Buntut Kereta Bandara Tabrak Avanza di Kalideres, Terjadi Penumpukan di Stasiun Rawa Buaya
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Panas! Pengacara Nadiem Protes Muka Mengejek Jaksa: Kalau Bikin Kacau Sidang, Kita Hobinya
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
Bupati Pati, Sudewo Kena OTT KPK: Pemimpin yang Pernah Tantang Warganya Sendiri
-
Nadiem Makarim Bantah Pernah Balas Surat dari Google Soal Chromebook
-
Istana Jawab Ancaman Mogok: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc di Meja Presiden Prabowo
-
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
-
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas
-
Komitmen Plt Gubri SF Hariyanto: 30 Blok Tambang Rakyat Kuansing Dilegalkan, Swasta Dilarang Masuk
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir